MOJOKERTO, CEKLISSATU - Polisi masih memeriksa sopir pengganti bus pariwisata Perusahaan Otobus (PO) Ardiansyah yang menyebabkan kecelakaan di Tol Mojokerto pada Senin 16 Mei 2022 kemarin.

Dalam kecelakaan yang terjadi di KM 712.400A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) ini mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 penumpang mengalami luka.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latief Usman mengatakan, pemeriksaan akan berfokus pada armada sopir. Polisi ingin menggali apakah para sopir PO Ardiansyah berpengalaman atau tidak.

"Kami sedang lebih mendalami PO ini, perusahaan ini, pekerja driver-nya ini apakah sudah lama bekerja dan pengalamannya bagaimana," ungkap Latief di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa 17 Mei 2022.

"Hari ini kami melakukan pendalaman kepada perusahaan ini," lanjut Latief.

Latief menegaskan, berdasarkan data awal yang diterima Ditlantas Polda Jatim, bus tersebut keluaran tahun 2007. Dari hasil olah TKP, Latief memastikan jika di lokasi kejadian kecelakaan tidak ada bekas pengereman.

Sementara itu, polisi memastikan jika bus ini sempat berganti pengemudi di rest area KM 695.

"Iya (rest area) jadi sopir ini baru 17 kilometer, dengan KM 712 ini (TKP kecelakaan)," tandas Latief.

Sebelumnya, Bus Ardiansyah bernopol S 7322 UW menabrak tiang Variable Message Sign (VMS) hingga terguling di KM 712.400A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), pada Senin 16 Mei 2022. Dalam kejadian ini, ada 14 orang meninggal dan 19 luka.