JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Gua Koo berada di Desa Lantongau, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dan dikenal karena pesona alamnya yang memikat. 

Di dalam Gua Koo terdapat kolam air jernih berwarna biru kehijauan yang tampak seperti kaca dan terasa sangat menyegarkan.

Keindahan Gua Koo semakin lengkap dengan hiasan stalaktit dan stalagmit yang unik serta beragam warna. Suasana di dalam gua pun sejuk, alami, dan menenangkan dengan udara yang segar.

Baca Juga: Sumber Mata Air Ciburial akan Ditetapkan sebagai Kawasan Heritage, Rudy Susmanto: Mata Air Bersejarah

Selain panorama alamnya, Gua Koo juga memiliki nilai sejarah dan budaya. 

Pada masa penjajahan, gua ini pernah dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian para pejuang. 

Dahulu, lokasi ini juga digunakan sebagai tempat pemandian warga, namun kini tidak lagi difungsikan sebagai objek wisata karena airnya dimanfaatkan sebagai sumber kebutuhan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Mengisi Liburan di Wisata Alam Kawah Ratu

Air dari Gua Koo mengaliri satu kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Mawasangka Tengah. 

Nama “Koo” sendiri diambil dari penemunya, yakni La Koo.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari ibu kota kecamatan menggunakan kendaraan roda dua atau empat. 

Baca Juga: Ridwan Kamil Berharap 2 Bendungan di Puncak Bogor Jadi Objek Wisata

Namun, perjalanan menuju gua membutuhkan tenaga ekstra karena harus menaiki puluhan anak tangga dan menuruni jalur menuju sumber mata air.

Meski begitu, Gua Koo tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Buton Tengah, cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merasakan kesegaran air alami.