‎
‎Konsep tersebut banyak digunakan dalam dunia pendidikan karena dianggap mampu mendorong seseorang untuk lebih terbuka terhadap proses belajar. Buku ini juga mengajak pembaca untuk melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan bagian dari proses pengembangan diri.
‎
‎5. The Subtle Art of Not Giving a F*ck
‎
‎Berbeda dengan banyak buku pengembangan diri yang menekankan pentingnya berpikir positif, Mark Manson menawarkan pendekatan yang berbeda melalui buku ini.
‎
‎Manson berpendapat bahwa tidak semua hal harus menjadi perhatian utama dalam hidup. Menurutnya, setiap orang memiliki keterbatasan waktu, energi, dan perhatian sehingga perlu menentukan hal-hal yang benar-benar penting.
‎
‎Melalui berbagai contoh dan pengalaman, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa menerima keterbatasan diri merupakan bagian dari proses bertumbuh. Gagasan tersebut membuat buku ini banyak dibicarakan karena menawarkan perspektif yang berbeda dibandingkan buku motivasi pada umumnya.

Baca Juga: Panggung Digital Spotify Wrapped: Membaca Presentasi Diri ala Erving Goffman
‎
‎
‎Setiap buku memiliki fokus pembahasan yang berbeda. Ada yang membahas kebiasaan, keuangan, psikologi, pola pikir, hingga cara manusia menghadapi berbagai tantangan hidup. Meski demikian, seluruh buku tersebut memiliki kesamaan, yakni mengajak pembaca untuk memahami cara berpikir dan mengambil keputusan secara lebih sadar.
‎
‎Pada akhirnya, membaca bukan hanya tentang menambah informasi. Melalui berbagai gagasan yang ditawarkan, buku juga dapat menjadi sarana untuk melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Bagi pembaca yang ingin memperluas cara pandang terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar, kelima buku tersebut dapat menjadi pilihan bacaan yang menarik untuk dijelajahi.
‎
Siti Balqis Sari Manah