JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Inacraft 2026 siap balik lagi dengan energi baru dan vibe yang makin relevan. Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, sambil mengusung tema “Womenpreneurs in Craft”. 

Fokusnya jelas, merayakan peran perempuan yang selama ini jadi tulang punggung dunia kriya Indonesia.

Masuk edisi ke-26, Inacraft tahun ini menghadirkan 1.013 peserta dari berbagai daerah dan negara. Mulai dari perajin individu, BUMN, institusi, sampai pelaku kriya yang sudah go digital. Bukan cuma soal pameran produk, tapi juga soal cerita, proses, dan perjuangan di balik karya.

Baca Juga: Dari Tas hingga Aksesori, UMKM Puka Creative House Tunjukkan Potensi Besar Pengrajin Disabilitas di Bandung

Sekretaris Jenderal ASEPHI sekaligus Project Officer Inacraft 2026, Muhammad Nur Azis Bakhtiar, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan bukan sekadar angka.

“Lebih dari 40 persen peserta Inacraft adalah perempuan. Mereka bukan hanya perajin, tapi juga penggerak, pengelola, dan mentor di komunitas kriya. Ini yang membuat ekosistem kriya kita terus hidup dan berkembang,” ucap Nur Azis.

Inacraft 2.webp
PAMERAN: Inacraft 2026 siap balik lagi dengan energi baru dan vibe yang makin relevan. Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini akan digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, sambil mengusung tema Womenpreneurs in Craft. FOTO: KUNCORO WR/SMN

Selama lima hari, pengunjung bisa menikmati berbagai agenda seru seperti workshop, talkshow, Inacraft Award, hingga kategori khusus Womenpreneurs dan Digital Craft. 

Baca Juga: Pemkab Bogor Dorong Dekranasda Angkat UMKM Naik Kelas

"Ada juga program kreatif OOTD berbasis produk peserta yang bikin kriya terasa makin dekat dengan gaya hidup sehari-hari," terangnya.

Ketua Umum BPP ASEPHI, Dr. Muchsin Ridjan berharap Inacfrat terus jadi ruang tumbuh bagi pelaku kriya, khususnya perempuan.