JAKARTA, CEKLISSATU - Artis sekaligus anggota Komisi IX DPR-RI, Arzeti Bilbina, meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih dan menentukan kosmetik yang akan digunakan sebagai penunjang penampilan.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Workshop Komunikasi, Informasi dan Edukasi bertajuk “Cara Memilih Kosmetik yang Baik” di Lobi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Sabtu 20 Agustus lalu, Arzeti menyebut kosmetik yang baik akan menentukan kesehatan fisik.
"Bagaimanapun kita semua butuh yang namanya kesehatan fisik, dan kosmetik menjadi salah satu penunjang kesehatan itu," kata Arzeti.
Bintang Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck itu menganalogikan kosmetik yang saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat baik laki-laki atau perempuan dengan kesehatan.
Apabila masyarakat sakit, kata dia, tentunya dokter menjadi tujuan utama untuk kesembuhan.
"Bicara kesehatan tentunya bicara fisik. Kalau kita sakit tentunya kita datang ke dokter. Pada saat kita ke dokter kemudian kita diberikan resep," paparnya.
“Resep ini yang kemudian kita tuju ke apotek secara resmi, di mana kita akan mengambil obat dan kemudian kita akan konsumsi. Lalu kita diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Nah, itu kalau kita bicara ritual sakitnya kita,” sambung Arzeti.
Sementara, Direktur Standarisasi Obat Tradisional dan Kosmetik BPOM Rachmi Setyorini menegaskan, bahwa kosmetik tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit.
“Fungsi utama kosmetik adalah untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan, melindungai atau memelihara tubuh pada kondisi baik,” sebut Rachmi Setyorini di hadapan ratusan siswa/i SLTA se Jabodetabek yang menjadi peserta.
Rachmi Setyorini menjabarkan beragam kategori kosmetik. Antara lain, kosmetik untuk kulit, masker wajah, bedak untuk rias wajah, sabun mandi, alas bedak, sediaan mandi, sediaan depilatori, deodorant dan anti perspiran.
Kemudian sediaan rambut, sediaan cukur, sediaan rias mata, rias wajah, pembersih ris mata dan rias wajah.
Lalu ada juga sediaan perawatan, sediaan perawatan gigi, sedan untuk perawatan dan rias kuku. Juga, sediaan untuk menggelapkan kulit tanpa berjemur, sediaan pencerah kulit.
Rachmi mengingatkan untuk berhati-hati dengan kandungan bahan berbahaya pada kosmetik.
“Temuan kosmetik mengandung bahan berbahaya, umumnya memiliki kandungan bahan berbahaya yaitu, Merkuri, Hidrokinon, Pewarna Merah K10,” ungkapnya.
Merkuri dan hidrokinon, kata Rachmi, ditemukan pada kosmetik bentuk krim yang biasanya digunakan sebagai pemutih kulit. Sedangkan pewarna merah K10 ditemukan pada produk lipstick dan kosmetik sediaan dekoratif lain seperti pemulas kelopak matan perona pipi.
Selanjutnya, Rahcmi memberikan tips menyimpan kosmetik yang baik. Yaitu pastikan kosmetik selalu dalam keadaan tertutup apabila sedang tidak digunakan, agar kosmetik tidak mudah rusak.
Dia mengingatkan, jangan menyimpan kosmetika di tempat yang panas atau terkena sinar matahari langsung. Lalu simpanlah di tempat bersih dan sejuk. “Jauhkan dari jangkaauan anak-anak,” imbuhnya,
Koordinator Kelompok Substansi Standarisasi Kosmetik, Yurita memaparkana tentang BPOM Mobile, aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk mengecek produk Obat dan Makanan yang terdaftar du BPOM.
“Caranya dengan memindai 2D Barcode yang ada produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, Suplemen Kesehatan dan Produk Pangan Olahan,” paparnya.
Comment