JAKARTA. CEKLISSATU - BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengadakan Asia Expert Rountable On Unemployment Protection, sebuah forum yang diikuti oleh 15 Negara di Asia untuk membahas skema perlindungan pengangguran terbaik.
Forum ini menyoroti pentingnya program perlindungan pengangguran dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan ketahanan, serta menjadi stabilisator ekonomi dan sosial, terutama di masa krisis.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, menekankan bahwa perlindungan pengangguran juga menjadi alat pentingnya untuk mendukung pekerja yang terkena dampak perubahan iklim dan inovasi teknologi. Ia menyebut tren positif di Asia dalam dua decade terakhir, dimana semakin banyak negara memperkuat skema ini dan mengaitkannya dengan pelatihan kejuruan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
“Sistem perlindungan sosial melindungi yang paling rentan, dan kita belajar banyak dari krisis Covid-19 yang membuat banyak pekerja kehilangan pekerjaan mereka,” ujar Simrin. Ia juga menyoroti tren peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia yang naik 9 persen menjadi 13 persen pada tahun 2023.
Baca Juga : Ciptakan Pilkada yang Aman dan Damai, KPU Kabupaten Bogor Tertibkan APK Sebelum Pencoblosan
Di Indonesia, sejak 2022, Pemerintah telah meluncurkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Program ini dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan dan dirancang untuk memastikan pekerja tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya pasca- PHK.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum ini, berharap dapat menghasilkan rekomendasi penting untuk meningkatkan kualitas program JKP di Indonesia.
Anggoro juga menyoroti tren peningkatan klaim JKP setiap tahun, sebagai dampak dari ketidakpastian ekonomi global. Ia juga menegaskan bahwa penguatan jaminan sosial, khususnya untuk kelas menengah menjadi upaya penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang mengancam visi Indonesia Emas 2045.
Sejak program JKP dibayarkan pada tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 100 ribu pekerja dengan nilai mencapai Rp675 miliar.
“Semoga forum ini memberi inspirasi untuk meningkatkan jaminan sosial di setiap negara, sehingga pekerja di seluruh Asia bisa bekerja keras tanpa rasa cemas,” ucap Anggoro.
Ditempat yang berbeda Deni Suwardani selaku Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun menyambut baik kegiatan ini.
Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu langkan untuk meningkatkan komitmen bersama seluruh pihak yang bertanggung jawab pada penguatan jaminan sosial di masyarakat.
“BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun akan terus mengawal implementasi JKP lebih luas dan memberikan layanan optimal kepada peserta yang terkena dampak PHK,” tambah Deni.
Penutup Deni mengatakan “Kami berkomitmen untuk terus mendukung pekerja agar dapat kembali bedaya pasca kehilangan pekerjaan, serta memastikan mereka menerima manfaat yang layak sesuai haknya,”.
Comment