BOGOR, CEKLISSATU.COM– Maraknya aksi tawuran yang diduga melibatkan kelompok gangster di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Polsek Cibinong kini memperketat patroli, terutama pada malam hingga dini hari, serta meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok-kelompok tersebut di media sosial.
Kapolsek Cibinong Kompol Jhony Handoko mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah pola kelompok tawuran yang kerap berpindah lokasi untuk menghindari patroli polisi.
Menurutnya, informasi mengenai lokasi tawuran bahkan kerap disebarkan melalui media sosial, termasuk melalui siaran langsung atau live.
“Rata-rata seperti itu. Mereka di media sosial, ada yang live dan janjian di sini, di sana. Ketika di lokasi itu ada patroli, mereka mencari tempat lain,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut membuat aparat harus menerapkan pola pengamanan yang lebih luas. Sebab, kelompok yang diduga akan melakukan tawuran dapat dengan cepat mengubah lokasi setelah mengetahui keberadaan petugas.
Baca Juga: Jadi Mata dan Telinga Polisi, Ojol Bocorkan Informasi Tawuran Cibinong
“Jadi seperti kucing-kucingan. Ketika kita patroli di satu tempat, mereka bisa berubah tempat. Makanya nanti kita akan sebar personel di beberapa arah supaya mereka tidak ada ruang gerak untuk melakukan tawuran,” katanya.
Patroli Diperketat di Jalur Utama dan Jalan Lingkungan
Handoko menegaskan, pengamanan ke depan akan ditingkatkan melalui kolaborasi antara Polsek Cibinong, Polres Bogor, Kodim, hingga Satpol PP.
Patroli akan difokuskan pada jam-jam rawan, khususnya malam hingga dini hari. Tidak hanya jalan-jalan kecil atau jalur lingkungan, pengawasan juga akan dilakukan di jalur utama.
“Setiap malam, terutama jam-jam kecil, patroli akan ditingkatkan. Bukan cuma jalur kecil, tapi jalur utama juga,” ungkapnya.
Dalam skema pengamanan tersebut, Polsek Cibinong akan memperkuat pengawasan di jalur-jalur lingkungan dan titik-titik yang dianggap rawan. Sementara jajaran Polres Bogor akan membantu pengamanan di sejumlah ruas jalan utama.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian dalam patroli sebelumnya antara lain Karadenan, Jalan Mayor Oking, Tegar Beriman, Pakansari hingga Pondok Rajeg.
Menurutnya, banyaknya informasi mengenai kemungkinan lokasi tawuran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
“Informasinya banyak. Kita sudah melakukan penyisiran, tapi ketika didatangi ternyata mereka sudah berpindah atau tidak berada di lokasi tersebut,” jelasnya.
Diduga Gunakan Medsos untuk Mengelabui Petugas
Selain digunakan untuk berkomunikasi dan membuat janji tawuran, media sosial diduga juga dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mengelabui aparat.
Handoko mengatakan, ada kemungkinan informasi mengenai rencana tawuran yang disebarkan melalui media sosial hanya dijadikan konten untuk mengalihkan perhatian petugas.
Kelompok tersebut diduga membuat informasi seolah-olah tawuran akan terjadi di satu lokasi. Namun, ketika aparat mendatangi lokasi tersebut, aksi sebenarnya justru terjadi di tempat lain.
“Kadang mereka membuat konten untuk mengalihkan petugas. Petugas datang ke satu tempat, ternyata tawurannya benar-benar pecah di tempat lain. Itu yang kadang sulit ditebak,” katanya.
Untuk mengantisipasi pola tersebut, Polsek Cibinong akan berkoordinasi dengan tim siber guna memantau aktivitas dan pergerakan akun-akun media sosial yang diduga berkaitan dengan kelompok tawuran atau gangster.
“Nanti kami akan berkoordinasi dengan siber untuk memantau pergerakan mereka. Tujuannya supaya bisa diketahui dan kita bisa melakukan antisipasi,” ujarnya.
Polisi Tegaskan Tak Akan Beri Ruang Pelaku Tawuran
Kepolisian berencana membagi personel dan memperluas jangkauan patroli agar kelompok yang diduga akan melakukan tawuran tidak memiliki kesempatan untuk berkumpul maupun mencari lokasi baru.
Menurutnya, arahan tersebut juga menjadi perhatian pimpinan kepolisian agar tidak ada ruang bagi kelompok-kelompok yang berpotensi memicu keributan.
“Tidak diberikan ruang untuk melakukan kegiatan tawuran ataupun nongkrong yang sekiranya bisa memancing keributan,” tegasnya.
Terkait aksi tawuran yang terjadi sebelumnya, ia memastikan tidak ada laporan korban. Namun, ia mengungkapkan adanya senjata tajam dalam peristiwa tersebut.
Polisi pun akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mencegah tawuran, terutama yang diduga direncanakan melalui media sosial.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan aksi kekerasan jalanan dan menciptakan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat yang lebih kondusif di wilayah Cibinong.
Comment