TULANG BAWANG, CEKLISSATU -Kepemimpinan mantan Bupati Winarti dinilai belum memenuhi janji-janji politik, yang tertuang dalam visi dan misi.25 program BMW janji mantan bupati Winarti yang sampai saat ini masih banyak yang tidak terealisasi.
Atas capaian yang belum maksimal itu, Heri tokoh masarakat asal Menggala Kabupaten Tulang Bawang provinsi Lampung mengaku kecewa.
Pria yang akrab dengan panggilan Bung Heri mengungkapkan pada awalnya mendukung penuh pencalonan Winarti pada Pilkada tulang bawang 2017. Dukungan tersebut diberikan olehnya karena melihat visi dan misi sangat menjanjikan guna menjawab kebutuhan masyarakat khususnya dalam tiga hal pendidikan, Kesehatan dan lapangan kerja.
"Sebelum pemilihan saya bertemu dengan Winarti. Saya mendukung karena saya melihat visi dan misinya sangat menjanjikan, apalagi suami beliau berlatar belakang pengusaha, dan menjabat sebagai anggota DPRD di Kota Bandar lampung. Walaupun pada saat itu mereka berbeda agama Winarti islam dan suami beliau kadek orang bali dan saat ini sudah bercerai. Namun saya menyayangkan karena mantan bupati Winarti belum memenuhi visi dan misinya," kata Bung heri. Minggu (20/10/24).
Baca Juga : Bocah 11 Tahun Asal Babakan Madang Tewas Hendak Ambil Umbul-Umbul di Kubangan Bekas Galian
Selain itu, menurut Bung heri, peningkatan jumlah lapangan kerja yang dijanjikan oleh mantan Bupati Winarti kepada para pencari kerja jauh dari harapan.
Sampai saat ini belum ada terobosan untuk peningkatan lapangan kerja. Padahal pada visi dan misi, 25 program BMW berjanji akan meningkatkan taraf hidup kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan. Bagaimana masyarakat sejahtera, kalau mereka (masyarakat) tidak bekerja, ucapnya.
Tidak hanya itu saja, diterangkannya saat itu banyak pekerjaan (proyek) pembangunan yang dibiayai melalui APBD hanya dikuasai oleh segelintir orang. Hal ini menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan rendahanya perekonomian masyarakat di tulang bawang.
Proyek-proyek hanya dikuasai oleh kelompok tertentu, bahkan aneh bin ajaib proyek penunjukan langsung dikerjakan oleh pengusaha dari luar, ini menyebabkan uang tidak berputar di Tulang bawang, karena selesai pembayaran uang langsung dibawa keluar oleh kelompok-kelompok tersebut.
"Saya harap Bupati berikutnya memikirkan bagaimana rakyat/masarakat tulang bawang bisa makan dan minum, bukan bangunan fisik saja, tapi bagaimana masyarakat sejahtera,"tutupnya.
Comment