CIANJUR, CEKLISSATU- Dua bangunan ruang kelas SDN Panyusuhan 3 di Kampung Pasir Bedog, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ambruk, Rabu 15 Juni 2022.
Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, karena sejumlah siswa masih belum datang ke sekolah.
Ambruknya dua bangunan ruang kelas III dan IV diakibatkan karena sudah lapuk dimakan usia, ditambah curah hujan tinggi di kawasan itu.
Kepala SDN 3 Panyusuhan, Asep Suryana mengatakan peristiwa ambruknya dua ruangan bangun kelas itu karena kondisi bangunan sudah lapuk dimakan usia.
"Gedung ini dibangun tahun 80-an, sehingga saat diterjang hujan deras sejak hari kemarin bangunan kelas langsung ambruk," kata Asep kepada awak media di lokasi kejadian.
Akibat ambruknya dua ruangan bangunan kelas itu, sambung Asep, para siswa kelas III dan kelas IV terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada siang hari.
"Bangunan yang ambruk biasa digunakan untuk kelas III dan IV, karena ambruk jadi para siswa di dua kelas ini harus menjalani KBM siang hari," jelasnya.
Asep mengaku sudah melaporkan terkait ambruknya dua ruang kelas tersebut ke Dinas Pendidikan Cianjur. Ia berharap gedung sekolahnya ini bisa segera dibangun kembali agar siswanya bisa kembali belajar seperti sedia kala.
"Sudah kita laporkan, dan dari pihak dinas juga tadi sekitar pukul 09.00 WIB sudah datang ke lokasi. Semoga saja dapat segera di bangun," ucapnya.
Asep mengungkapkan sudah mengajukan rehab gedung sekolahnya itu ke Pemkab Cianjur sejak tahun 2019. Namun hingga saat ini pengajuan pihak sekolah tak kunjung direalisasikan.
"Kalau saya kan disini baru menjabat beberapa minggu, tapi kalau menurut guru-guru disini bilangnya kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan proposal perbaikan dari 2019," ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Baehaki mengatakan sudah menerima laporan dan meninjau lokasi.
"Kita akan segera ajukan untuk pembangunan, karena saat ini proses KBM menjadi terganggu. Untuk sementara, para siswa di dua kelas ini belajar bergiliran dengan masuk pada siang hari," kata Baehaki.
Comment