BOGOR, CEKLISSATU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Hidayatullah, mengungkapkan bahwa Kota Hujan telah mencatat 819 kejadian bencana sepanjang Januari hingga Desember 2024. Mayoritas bencana tersebut meliputi tanah longsor, rumah ambruk, dan pohon tumbang.
“Kota Bogor adalah Kota Hujan. Berdasarkan data kami, tercatat hampir 819 kejadian selama 2024. Yang mendominasi adalah tanah longsor, rumah ambruk, dan pohon tumbang,” ujar Hidayatullah pada Senin (9/12/2024).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dan peta risiko bencana, terdapat empat kelurahan di Kota Bogor yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap tanah longsor. Sementara itu, potensi banjir di Kota Bogor cenderung lebih ringan karena kebanyakan berupa banjir lintasan. Banjir jenis ini terjadi akibat tersumbatnya saluran air.
Baca Juga : Dari Bangkok Thailand, Tim Indonesia Sabet 56 Medali di SEA Age Group Championship 2024
“Untungnya, banjir di Kota Bogor ini lebih kepada banjir lintasan, terjadi akibat banyaknya saluran yang tersumbat. Tentunya perlu terus kita edukasi warga untuk menjaga kebersihan saluran air,” jelas Hidayatullah.
Dalam menghadapi musim hujan yang masih berlangsung, BPBD Kota Bogor menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras atau angin kencang. Warga diimbau melakukan evakuasi mandiri jika situasi cuaca tidak mendukung.
“Kami menghimbau warga, tatkala cuaca tidak mendukung atau hujan deras, pastikan evakuasi mandiri lebih diutamakan. Bagi yang berkendara, hindari memarkirkan kendaraan di bawah pohon. Selain itu, tunda dulu aktivitas jika hujan disertai angin kencang. Keselamatan lebih utama,” pungkasnya.
BPBD Kota Bogor juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terkait mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap tanah longsor dan bencana lainnya.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment