BOGOR, CEKLISSATU.COM - Video dugaan tindakan kekerasan pemukulan terhadap seorang pedagang es gabus di Jakarta viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, korban dituding oleh dua oknum aparat dari TNI dan Polri menjual es gabus berbahan spons.

Namun, lebih parahnya tudingan itu disebut tidak terbukti.

Baca Juga: Satpol PP Kota Bogor Sampaikan Permohonan Maaf Atas Insiden Pemukulan Kepada Masa Aksi Unjuk Rasa

Korban diketahui bernama Sudrajat (49) pedagang es gabus yang telah berjualan selama 15 tahun.

Anak korban, Zaitun (18), mengungkapkan kondisi ayahnya setelah pulang ke rumah usai peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, ayahnya pulang dalam keadaan lemah dan langsung beristirahat.

Baca Juga: Diduga Salah Paham, Pria di Cileungsi Pukul Temannya Hingga Terbentur Aspal

Ia menyebut, ayahnya mengaku mengalami pemukulan oleh aparat. 

Awalnya, ia tidak langsung mempercayai cerita tersebut hingga video kejadian beredar luas di media sosial

“Iya, awalnya aku enggak percaya, tiba-tiba ada viral gitu,” kata dia, ketika ditemui dikediaman di RT 03 RW 06 Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Selasa (27/1/25).

Baca Juga: IRT di Cibinong Kena Bogem Mentah Suami, Begini Kronologinya

Peristiwa itu membuat Zaitun mengaku terpukul dan marah.

“Shock sih, kayak kesel banget gitu. Bisa digituin banget,” kesalnya.

Zaitun menyebut, ayahnya dituduh menjual es gabus yang terbuat dari spons. Tuduhan tersebut dibantah oleh korban.

Baca Juga: Rebutan Antrean di SPBU, Anggota DPRD Palembang Adu Jotos dengan Wanita

Ia menegaskan, es gabus yang dijual ayahnya bukan berbahan spons.

“Kesel banget sih, padahal gak dari spons, emang kayak gitu. Itu kalau udah kering ya, kalau ada airnya sudah adem gitu ya, kalau gak dingin lagi,” tuturnya.

Zaitun juga mengungkapkan ayahnya sempat dibawa dan ditahan di kantor polisi setempat, hingga pulang jauh dari jam biasanya.

Baca Juga: Bos PS Store dan Rico Valentino Divonis Hukuman 6 Bulan Penjara

“Iya sempat. Kan biasanya pulang jam 4 sore, dia malah jam 4 pagi baru pulang,” katanya.

Keterlambatan itu membuat keluarga panik dan berusaha mencari keberadaan Sudrajat.

Ia menyebut ayahnya tidak membawa telepon genggam, sehingga sulit dihubungi.

Baca Juga: Penganiayaan di Pasar Parung Bogor, Polisi Tangkap Residivis Bawa Kerambit dan Golok

“Enggak, dia tidak bawa handphone, gak ada handphone juga sih. Nyariin ke stasiun sama mama,” katanya.

Sementara itu, sesuai informasi yang dihimpun di lapangan, korban akan dibawa ke Bandung untuk menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.