KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan penguatan sistem pelayanan kesehatan dengan menitikberatkan pada pelayanan kesehatan primer serta penerapan zonasi wilayah kesehatan.
Langkah tersebut diambil guna memastikan pemerataan layanan sekaligus mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Adanya penguatan layanan primer, penerapan zonasi kesehatan, serta kolaborasi lintas fasilitas kesehatan, Pemkab Bogor optimis sistem pelayanan kesehatan akan semakin responsif dan berkeadilan bagi seluruh warganya.
Baca Juga: Pemkab Bogor Janji Lunasi Keterlambatan Bayar Proyek Rp344 Miliar Minggu Ini
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty menyebutkan, transformasi sistem kesehatan saat ini diarahkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada rumah sakit, melainkan dapat memperoleh pelayanan optimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Penguatan pelayanan kesehatan primer menjadi kunci. Puskesmas harus percaya diri menangani kasus sesuai kewenangannya, dan rumah sakit berperan sebagai rujukan untuk kasus yang memang membutuhkan penanganan lanjutan,” ungkap Fusia dalam keterangan resminya.
Selain itu lanjut Fusia, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 6 juta jiwa, Kabupaten Bogor membagi pelayanan kesehatannya ke dalam enam wilayah zonasi kesehatan.
"Setiap wilayah telah didukung oleh RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama, sehingga sistem pelayanan dan rujukan dapat berjalan lebih terarah dan efisien," terangnya.
Kemudian, melalui zonasi ini rujukan pasien diharapkan tidak lagi lintas wilayah secara tidak perlu. Pasien dari wilayah barat, misalnya, akan diarahkan ke rumah sakit rujukan terdekat di wilayahnya, tanpa harus menuju pusat kota apabila fasilitas sudah tersedia.
Comment