“Dari sisi rasa, cukup enak. Anak-anak pasti senang juga. Hanya saja saya mengingatkan agar menu dibuat lebih bervariasi, dan pastikan pencucian tray dilakukan sesuai SOP. Yang paling penting, pengelolaan limbah juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Dorong Petani untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, limbah dari kegiatan SPPG Yasmin Curug Mekar telah dimanfaatkan warga sekitar melalui kegiatan peternakan lele, ayam, dan maggot.
SPPG juga bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih Curug Mekar sebagai pemasok bahan pangan seperti beras, minyak, kecap, dan garam.
“Ini merupakan contoh sirkulan ekonomi yang ideal. Alhamdulillah, hal ini sudah terwujud di Bogor, khususnya di Curug Mekar, Bogor Barat,” imbuhnya.
Baca Juga: Siapkan Makan Bergizi Gratis, Pemkot Bandung dan Kodim 0618/BS Bangun Dapur Sehat di 72 Lokasi
Dedie juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah membentuk Satgas Pengawasan Pangan Gotong Royong sejak Juli 2025, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.
Tim tersebut terdiri dari Forkopimda dan seluruh OPD terkait, yang bertugas memantau dan menangani potensi kasus pangan di lapangan.
“Yang penting bagi kami, jangan sampai ada lagi kasus keracunan di Kota Bogor,” tegasnya.
Baca Juga: Dapur SPPG Ranggamekar Difokuskan Kebutuhan Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Tidak sampai disitu, Dedie mengingatkan para pengelola SPPG agar memiliki mekanisme pelaporan dan penanganan cepat jika terjadi kasus keracunan MBG.
Comment