BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pasca ambruknya atap bangunan di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. 

Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Putri, Nani Yulianti, mengatakan bahwa sistem pembelajaran sementara akan dilakukan secara daring dan luring secara bergantian.

“Untuk pembelajaran yang ada, insyaallah selama dalam proses perbaikan, saya akan melakukan proses pembelajaran secara daring dan luring,” ujar Nani kepada Ceklissatu.com, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga: Total 41 Siswa SMKN 1 Gunung Putri Korban Atap Gedung Ambruk, 5 Masih Dirawat di Rumah Sakit 

Ia menjelaskan, terdapat lima kelas di SMKN 1 Gunung Putri yang terdampak ambruknya atap sekolah, untuk mengantisipasi kekosongan kegiatan belajar, pihaknya menerapkan rotasi sistem pembelajaran.

“Ada lima kelas yang akan saya putar untuk pembelajaran daring dan luring sesuai dengan jumlah kelas dan bengkel yang tersedia,” jelasnya.

Nani menambahkan, pihaknya bersama tim kurikulum sedang menyusun jadwal yang menyesuaikan antara jumlah ruang yang aman dan jumlah siswa yang harus belajar.

Baca Juga: DPRD Jabar Soroti Ambruknya SMKN 1 Gunung Putri, Farabi El Fouz Minta Harus Dikaji Ulang Tim Independen

“Tim saya dari tim kurikulum itu akan membuat jadwal, mungkin dua hari kelas daring dan ada juga luring, nanti akan kami sesuaikan lagi dengan jumlah kelas dan jumlah siswa,” kata dia

Untuk hari ini, kata Nani, kegiatan belajar dilakukan secara darinh agar siswa dapat memulihkan kondisi trauma pascakejadian.

“Hari ini pelajaran daring, karena memang kemarin ada beberapa anak yang masih trauma, kami menginginkan mereka tenang dulu di rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Tinjau SMKN 1 Gunung Putri, Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Langkah Teknis dan Trauma Healing

Meski demikian, Nani menegaskan pembelajaran tetap berjalan dengan guru yang melakukan pengajaran secara jarak jauh dari ruang guru atau bengkel jurusan.

“Tapi pembelajaran tetap berjalan, guru kami ada di ruang guru, mereka melakukan pembelajaran daring dari ruang guru dan ada yang dari jurusan,” pungkasnya.