KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Pria bernama Ayon alias Indra (60) yang hilang di area Gunung Salak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kini telah dievakuasi dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menyebutkan, korban orang hilang ditemukan dalam kondisi sudah tiada.

"Sebelumnya proses evakuasi sempat terkendala karena waktu yang terbatas dan faktor cuaca, ditambah jalur yang sulit. Alhamdulillah akhirnya korban bisa dievakuasi dan sudah diserahkan ke pihak keluarga," ungkap Adam Hamdani dalam keterangan resminya.

Untuk diketahui, kronologi kejadian awalnya yaitu pada 22 Juni 2025 sekira pukul 08.00 WIB korban bersama seorang temannya berencana berolahraga di sekitar area Gunung Salak, wilayah Ciapus Kapin.

Baca Juga: Pria 60 Tahun yang Hilang di Gunung Salak Belum Ditemukan, Tim Gabungan akan Melanjutkan Pencarian Esok Hari

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban mulai menuruni tanjakan, sementara temannya tidak dapat mengikuti, sehingga korban menunggu di atas. 

"Setelah menunggu selama satu jam tanpa ada kabar, teman korban memutuskan untuk kembali pada pukul 12.00 WIB. Teman korban tersesat hingga pukul 15.00 WIB, tetapi akhirnya menemukan saluran air yang membantunya menentukan arah pulang dan berhasil sampai di rumah," bebernya.

Namun, korban tidak kunjung kembali hingga sore. Keluarga dan warga setempat pun melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga malam hari, tetapi korban tetap tidak ditemukan dan tidak ada berita mengenai keberadaannya.

"Korban merupakan warga Kampung Tamansari Desa Tamansari, Kabupaten Bogor. Baju terakhir yang dikenakan berwarna biru lengan panjang dan celana jeans panjang," terangnya.

Baca Juga: Pria 60 Tahun Hilang saat Hiking di Kawasan Gunung Salak Bogor, Berikut Ini Kronologinya

Sebelumnya, hasil analisa Tim TRC BPBD, yaitu pada hari kedua pencarian mulai pergerakan pada pukul 11.00 WIB tim dibagi menjadi 3 SRU. SRU 1 menuju lokasi titik terakhir dimana korban melakukan kegiatan sebelum hilang (didampingi oleh saksi).

SRU 2 pencarian dengan melalui kujang Rider. Kemudian SRU 3 melakukan e SAR susur sungai Citiis.

Korban ditemukan pada pukul 12.30 WIB hanya korban masih sulit dijangkau karena berada di tebingan curam sekitar 60m dari bawah dan dari atas 100m. Tim berusaha melakukan pencapaian kepada korban dan sampai membutuhkan waktu 1 jam. Karena terkendala trek evakuasi korban yang sudah ditemukan dilanjutkan di hari ke-3.

Hari Ketiga, Tim dibagi menjadi 2 dengan keterangan: SRU 1 di pos bobojong memasang sistem lowering untuk membawa korban ke bawah.

Baca Juga: Macan Tutul Jawa Gentayangan di Gunung Salak Kabupaten Bogor, Ini Penjelasan TNGHS

SRU 2 di pos Citiis melakukan estafet evakuasi sepanjang aliran sungai Citiis. Evakuasi berjalan mulai pukul 07.30 WIB, Tim TRC BPBD sejumlah 2 orang berada di Tim 1. Tim TRC sejumlah 3 orang berada di tim 2, TIM TRC berjumlah 2 orang berada di tim drone dengan tujuan memantau proses evakuasi dan jalur evakuasi dan dokumentasi dimana tim ini diisi oleh Command Center 112.

Jam 16.20 WIB korban beserta SAR gabungan sampai di Posko KMM dan langsung dibawa ke rumah duka dilakukan serah terima kepada pihak keluarga.