Menanggapi hal tersebut, rahmat mengatakan bahwa hal itu adalah kultur menurutnya yang namanya penataan yang efeknya dengan penertiban akan ada gejolak. 


"Dari dulu sampai sekarang atinya sudah hal yang biasa kalau ada perlawanan tapi kan kita tidak puas sampai disini kita tetap mengajak mereka untuk sama-sama satu persepsi. Dengan kondisi seperti itu kan tidak mungkin juga kita lakukan tindakan yang kurang baik, tapi yang jelas nanti kita bicarakan kita evaluasi."terang nya. 


Menanggapi adanya keinginan pedagang menunda penertiban sampai dengan lebaran, hal itu hanya keinginan mereka, namun pemerintah punya rencana dengan tahapan-tahapan yang harus segera dilakukan. 


"Kita ini bicarakan secara non formal nanti besok kita evaluasi, bukan dalam artian hari ini kita gagal terus kesananya gagal, kan engga juga, kita evaluasi nanti kondisi lapangan seperti apa kemudian nanti kita bicarakan secara persuasif secara individu," tutur nya. 

Walau penertiban mendapatkan penolakan, Rahmat menegaskan bahwa upaya penertiban tidak akan berhenti sampai disitu, namun akan tetap terus melakukan upaya dan langkah-langkah lainnya.