Kemudian, tenaga teknis lapangan yang membina lahan Taman B2SA DKP Kabupaten Bogor, Yusuf Wiladiprana, menjelaskan bahwa pelatihan ini merespons permintaan dari KWT yang ingin menerapkan sistem pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.
“Yang kami ajarkan hari ini antara lain pembuatan pestisida nabati, seperti larutan M4 yang berbahan dasar gemuk pisang, gula pasir, dan air. Selain itu, kami juga mengajarkan cara membuat punggisida alami dari kunyit, serta perangkap lalat buah menggunakan petrogenol,” terang Yusuf.
Menurutnya, penggunaan pestisida alami ini sangat penting karena memberikan manfaat besar bagi para petani, terutama anggota KWT yang membudidayakan sayuran untuk konsumsi keluarga dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Hadiri Hari Jadi Bogor ke-543 di Pakansari, KPK Bersama Pemkab Bogor Deklarasi Antikorupsi
Penggunaan bahan alami seperti daun pepaya, daun sirih, atau kunyit tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga sejalan dengan prinsip keamanan pangan yang diusung program B2SA.
“Tujuannya agar mereka bisa memproduksi pangan yang aman, tanpa residu kimia, sehingga hasil pertaniannya benar-benar sehat untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Comment