Menurut Yudi, kedua kereta tersebut mengusung nuansa khas Kerajaan Pajajaran dan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengangkat kembali warisan budaya Sunda, sejalan dengan hadirnya Gerbang Tritangtu di Buana yang turut diperkenalkan pada perayaan HJB ke-544.

"Kereta kencana ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah daerah, tetapi nantinya masyarakat umum juga bisa melihat dan menikmatinya sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Bogor," pungkasnya.