"Secara kasat mata, masyarakat justru menyambut baik dan mendukung penuh. Mereka sering bertanya kapan realisasinya. Komunikasi dan sosialisasi lewat RT, RW, serta tim teknis berjalan aman dan lancar. Kami terus memverifikasi data agar tidak ada satu pun bidang tanah warga yang terlewat atau tidak terdaftar," tegasnya.
Kelurahan Sindangrasa memiliki luas wilayah sekitar 106 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 16.967 jiwa. Posisinya yang menjadi salah satu wilayah lintasan R3 menjadikan kelurahan ini termasuk kawasan yang akan merasakan dampak langsung dari pembangunan jalan tersebut.
Sebagai antisipasi selama proyek berlangsung, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan, di antaranya dengan mengoptimalkan jalur alternatif menuju Ciawi serta pemasangan rambu-rambu dan lampu penerangan di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan.
Baca Juga: Semangat Warga Pelosok Warnai HJB ke-544 di Malasari, Harapan Pembangunan Kian Menguat
Sementara terkait dampak pembangunan terhadap kawasan wisata Kuntum, pihak kelurahan mengaku belum menerima informasi resmi mengenai langkah yang akan diambil pengelola. Namun keberadaan destinasi wisata tersebut selama ini dinilai memberikan kontribusi positif terhadap penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar.
Dengan dukungan masyarakat yang tetap kondusif dan proses pendataan yang terus berjalan, Pemerintah Kelurahan Sindangrasa optimistis pembangunan Jalur R3 dapat segera terealisasi dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor Timur.
Comment