​
​Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, mengapresiasi implementasi teknologi canggih yang diterapkan dalam pengolahan air baku di SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Rancamaya. 

Ia menyaksikan langsung bagaimana air baku yang bersumber dari sungai diproses secara higienis hingga siap konsumsi.
​Namun, meskipun pasokan debit air bersih di fasilitas ini tergolong melimpah, Abdul Rosyid menyayangkan masih adanya beberapa kawasan di Kota Bogor yang belum teraliri air secara maksimal akibat minimnya fasilitas penunjang.
​
"Alhamdulillah debit air melimpah, tapi kita masih kekurangan beberapa spot atau daerah yang masih belum teraliri air karena alasan infrastruktur pipa dan reservoir untuk mendorong air menuju ke wilayah tersebut, terutama daerah Bogor Barat dan daerah Tanah Sareal," jelas Abdul Rosyid.

Baca Juga: Pemkab Bogor Perluas CFD Hingga 16 Kecamatan di Kabupaten Bogor
​
Oleh karena itu, Abdul Rosyid menegaskan bahwa Komisi III berkomitmen memberikan dorongan dan support penuh untuk PDAM Kota Bogor dalam memaksimalkan pembangunan infrastruktur.

"Hal ini sangat dibutuhkan agar seluruh pusat Kota Bogor mendapatkan saluran air langsung di rumah masing-masing," katanya.
​
​Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira, memaparkan secara rinci mengenai tantangan teknis serta rencana strategis perusahaan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.