Lebih dari itu, media sosial diharapkan menjadi ruang komunikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungannya.

“Nantinya, media sosial Katar Kecamatan tidak hanya dijadikan untuk memposting kegiatan Katar, tapi juga sebagai wadah masyarakat dalam memberikan informasi soal permasalahan sosial,” katanya.

Menurut Heri, kecepatan informasi di era digital harus mampu dimanfaatkan secara positif oleh Karang Taruna.

Dengan kader yang tersebar hingga ke tingkat kecamatan, Karang Taruna diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menerima, mengolah, sekaligus menyebarkan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan dan persoalan masyarakat.

“Kecepatan informasi ini harus kita sambut. Karang Taruna diharapkan jadi pelopor media yang mempercepat menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Karang Taruna Bogor Selatan Gelar Semarak Bulan Bhakti 2026, Tanam Ratusan Bibit Pohon

Ia menilai, pelatihan tersebut menjadi arah baru bagi Karang Taruna Kabupaten Bogor dalam membangun sistem komunikasi yang lebih cepat dan responsif terhadap kondisi di masyarakat.

Para kader yang telah mengikuti pelatihan juga tidak akan langsung dilepas begitu saja. Karang Taruna Kabupaten Bogor akan melakukan pendampingan dan coaching secara rutin untuk memperdalam kemampuan mereka.

Materi pendalaman nantinya meliputi pengelolaan media sosial, penulisan narasi, pembuatan konten, hingga kemampuan mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui berbagai platform digital.

“Kita akan lakukan coaching rutin, mereka tidak akan dilepas setelah pelatihan ini, tapi akan dilatih terus agar benar-benar menjadi content creator dan content writer yang profesional, yang berguna bagi kecamatan masing-masing dan Kabupaten Bogor,” tutup Heri.