“Temani seluruh masyarakat yang ada di Kota Bogor sehingga kebutuhan mereka pada masa Natal dapat terpenuhi dan pada akhirnya perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Bogor dapat berjalan dengan baik dan aman,” harapnya.


Terkait titik-titik rawan dan pusat keramaian, khususnya pengamanan gereja, Rudi menjelaskan bahwa akan terjadi peningkatan volume kendaraan serta pergerakan masyarakat.


“Karena ini adalah event spiritual, yaitu perayaan Natal dan Tahun Baru bagi umat Kristiani, tentunya kami menerapkan beberapa strategi. Kehadiran kepolisian dibantu stakeholder lain menjadi yang utama. Kami juga menyarankan kepada Kapolresta untuk melibatkan remaja gereja karena mereka yang paling mengenal jemaah,” ucapnya.

Baca Juga: Polres Bogor Matangkan Pengamanan Jelang Nataru 2025, Fokus Gereja, Lalu Lintas, dan Kamtibmas


Selain itu, pihaknya mengantisipasi adanya pihak asing yang memiliki niat mengganggu pelaksanaan ibadah.


“Kami mengantisipasi jangan sampai ada orang asing yang punya maksud tidak baik mengganggu kekhusyuan umat Kristiani. Remaja gereja paling tahu jemaahnya, sehingga mereka bisa cepat berkomunikasi dan melakukan antisipasi,” jelasnya.


Menanggapi prediksi Kemenhub mengenai 2,8 juta wisatawan pada puncak libur Natal dan Tahun Baru, Kapolda menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Polres Bogor.