BOGOR, CEKLISSATU.COM – Isu operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebut melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menjadi perhatian.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memilih tidak berspekulasi terkait kabar OTT tersebut. 

Ia menegaskan, Pemkab Bogor masih menunggu kepastian dan informasi resmi dari KPK terkait OTT tersebut.

Baca Juga: KPK OTT Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini, 19 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita 

“Isu ini kan berkembang. Saya juga tadi memonitor terus kebenarannya dan lain-lain. Kami tidak bisa memberitakan apakah ini isu yang menjadi kebenaran atau tidak,” kata Ajat, Kamis (20/8/2026).

Menurut Ajat, pihak yang paling berwenang memberikan penjelasan terkait isu OTT tersebut adalah KPK. 

Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima informasi resmi mengenai adanya OTT maupun dugaan pelanggaran yang melibatkan pejabat Pemkab Bogor.

Baca Juga: Sembilan Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Dalam Kurun Waktu 17 Bulan, Berikut Ini Daftarnya

“Mungkin yang berhak menyampaikan dari pihak KPK sendiri. Kalau saya posisinya belum ada kabar apa-apa,” ujarnya.

Terkait pejabat yang diisukan tersebut, kata Ajat, sudah melakukan klarifikasi mengenai informasi adanya pejabat yang disebut-sebut berkaitan dengan isu tersebut.

Ia mengatakan, pejabat itu memang sempat dilakukan pengecekan, namun pengecekan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya keterkaitan mereka dengan dugaan OTT.

Baca Juga: Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Suap Proyek

“Yang pejabat itu tadi kan ada yang nanya, baru dicek. Tapi dicek itu keterkaitan soal ini enggak? Enggak, kan hanya ngecek saja. Ini kan isu,” jelasnya.

Karena belum ada kepastian, Ajat meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai siapa saja yang disebut dalam isu tersebut maupun dugaan perkara yang sedang berkembang.

“Ya enggak tahu. Ini lagi coba memonitor,” katanya.

Baca Juga: Sehari Dua Kepala Daerah Kena OTT KPK, Wali Kota Madiun dan Bupati Pati

Pemkab Bogor Minta Suasana Tetap Kondusif

Ajat menekankan pentingnya menjaga situasi di lingkungan Pemkab Bogor agar tetap kondusif. Ia meminta informasi yang belum terkonfirmasi disikapi secara hati-hati dan dikomunikasikan dengan baik.

“Ini kan harus kondusif juga di Pemerintah Kabupaten Bogor. Suasananya kalau sesuatu yang belum dipastikan harus dicoba untuk dikomunikasikan dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga berharap insan media dapat menghormati proses yang sedang berlangsung dan memberikan ruang bagi KPK untuk menyampaikan informasi resmi.

Baca Juga: OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan: Menkes Budi Gunadi Soroti Pentingnya Integritas

“Pemkab sangat menghormati dari sana seperti apa. Jadi saya tidak bisa memastikan, karena tidak ada informasi ke saya juga sebenarnya,” tegas Ajat.

ASN Diminta Tak Berlebihan

Di tengah beredarnya isu tersebut, Ajat turut mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bogor agar tetap bersikap arif dan bijaksana.

Ia meminta para ASN tidak memberikan respons secara berlebihan terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor Bupati Bekasi, Sita Sejumlah Dokumen hingga Barang Elektronik

“Zaman sudah berubah, jangan berlebihan. Itu yang saya kira kita harapkan kita semua,” pungkasnya.