Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah, terutama dalam mengembangkan inovasi aplikasi Ngupahan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan.
“Inovasi Ngupahan berangkat dari pengelolaan Taman B2SA yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, kemudian kami perkuat dengan aplikasi Ngupahan," ungkap Ajat Rochmat Jatnika.
Baca Juga: Inovasi Aplikasi Ngupahan dan SiGardaMas Jadi Unggulan Kabupaten Bogor Pada IGA Award 2025
"Melalui platform ini tercipta interaksi yang dapat memperkuat ketahanan pangan, menurunkan kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi,” tambahnya.
Ajat mengatakan, juri menilai inovasi tersebut mampu menghadirkan praktik gotong royong dalam pengelolaan pangan daerah. Lebih jauh, aplikasi Ngupahan juga diapresiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilai mampu membangun ekosistem ketahanan pangan melalui sistem interaksi masyarakat baik mereka yang membutuhkan bantuan pangan maupun yang ingin mengelola sampah organiknya.
“Pencapaian ini merupakan buah dari budaya kerja yang terus ditekankan oleh Bupati Bogor kepada seluruh perangkat daerah. Kami di jajaran birokrasi diajarkan untuk bekerja dengan hati,” ungkap Ajat.
"Kami tidak mengejar prestasi, tetapi fokus pada kerja nyata untuk masyarakat. Ketika apa yang kita lakukan sepenuh hati mendapat apresiasi dari pihak luar, itu adalah bonus bagi kami," tambahnya.
Comment