BOGOR, CEKLISSATU – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor kembali menggelar ajang Bogor Innovation Award (BIA) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi di kota bogor. 

Kegiatan yang di laksanakan di Grand Ballroom GSC Lt.5 STP IPB, Jalan. Burangrang No.6, RT 03/ RW 03, Babakan, Kecamatan. Bogor Tengah, Kota Bogor, ini sudah memasuki tahun ke-6  dan mengalami peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang inovasi dari tahun ke tahun.

“Ini bagian dari rangkaian upaya kita untuk terus membangun ekosistem inovasi di Pemerintah Kota Bogor. Tahun ini merupakan tahun ke-6 untuk BIA, kalau ditambah KRIBO sejak 2019, berarti sudah berjalan tahun ke-7,” jelas Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, Kamis, (25/9/2025) 

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Apresiasi Peserta Festival Inovasi Bogor 2025, Ini Alasannya

Rudy mengatakan tahun ini, BIA membuka lima kategori, yaitu pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat, mahasiswa, masyarakat umum, serta ASN (Aparatur Sipil Negara). Jumlah peserta pun meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

“Total peserta yang mendaftar tahun ini sebanyak 290 orang. Tahun lalu ada 204 peserta, jadi ada peningkatan. Kalau kita lihat dari 2019 yang hanya 84 peserta, artinya setiap tahun selalu ada kenaikan,” ungkapnya.

Sedangkan dari sisi jenis inovasi, para peserta banyak mengusung tema yang relevan dengan permasalahan di Kota Bogor, seperti lingkungan hidup, energi terbarukan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu Rudy menyampaikan banyak ide inovatif yang berangkat dari keresahan dan kepedulian terhadap isu-isu lokal. Saat sesi presentasi di Balai Kota, sejumlah inovasi dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Rata-rata inovasi berawal dari keresahan. Saya menyaksikan sendiri saat mereka expose di Balai Kota, beberapa hal memang harus kita kuatkan,” tuturnya.

Baca Juga: 176 Senat dari 24 PTN-BH Fokus Optimalkan Ekosistem Riset Inovasi hingga Wujudkan Ketahanan Nasional

Untuk memperkuat inovasi tersebut, Pemkot Bogor menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Bagi pelajar, tahun ini ada kolaborasi dengan Salam Ekosistem melalui program Student Enterpreneurship Project (STEP). 

Sedangkan bagi masyarakat umum, inovasi akan difasilitasi dan diinkubasi bersama Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB.

“Kita berharap produk-produk masyarakat bisa diinkubasi di LKST agar layak diproduksi massal dan dikonsumsi secara luas. Mulai dari kemasan yang baik sampai ke skala produksi,” jelasnya.

Bukan hanya itu, BIA tidak hanya berfokus pada pencarian ide, tetapi juga keberlanjutan inovasi. Beberapa karya dari tahun-tahun sebelumnya telah berhasil mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan dimasukkan ke tahap inkubasi.

“Tahun sebelumnya ada satu yang diinkubasi, dan ada 43 inovasi yang sudah mendaftar HKI ke Kemenkumham. Ini sebagai bagian dari keberlanjutan inovasi,” ucapnya.

Dalam hal ini pihak Bapperida, rutin menggelar webinar Tinglab setiap hari Kamis sebagai wadah berbagi dan mendiskusikan inovasi. 

“Webinar ini kalau tidak salah sudah masuk seri ke-24. Tujuannya menjaga ekosistem inovasi yang telah dibangun di Kota Bogor,” pungkasnya.