Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai strategi peningkatan nilai pada seluruh tatanan Kota Sehat.
Menurut Erna, terdapat sembilan tatanan dengan total 136 indikator yang menjadi penilaian dalam program Kota Sehat. Untuk meraih predikat Swasti Saba Wistara, capaian indikator harus mencapai minimal 91 persen.
“Dari sembilan tatanan itu terdapat 136 indikator. Untuk mencapai Wistara, capaiannya harus 91 persen,” ujarnya.
Adapun sembilan tatanan tersebut meliputi kawasan permukiman, pendidikan, pariwisata, perkantoran, pasar, lalu lintas, penanggulangan bencana, perlindungan sosial, dan aspek kesehatan lainnya.
Erna mengungkapkan, saat ini baru dua tatanan yang telah mencapai nilai di atas 91 persen, yakni perlindungan sosial dan permukiman. Sementara tujuh tatanan lainnya masih perlu ditingkatkan.
“Yang sudah mencapai di atas 91 persen baru perlindungan sosial dan permukiman. Yang lainnya masih harus ditingkatkan,” katanya.
Ia menyebut sejumlah aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Bogor antara lain pasar sehat, perkantoran, pendidikan, kebencanaan, lalu lintas, hingga sektor wisata. Selain capaian program, kelengkapan dokumen pendukung juga menjadi perhatian dalam penilaian.
“Kadang-kadang upaya atau kegiatannya sebenarnya sudah dilakukan, tetapi dokumen pendukungnya belum lengkap atau belum sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Itu yang sekarang kita perbaiki,” tutur Erna.
Comment