BOGOR, CEKLISSATU.COM - Ribuan warga dari berbagai wilayah Kota Bogor memadati Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, untuk turut menyaksikan Helaran Pajajaran Kota Bogor 2026 yang menampilkan beragam kesenian dan budaya daerah, Sabtu (27/6/2026) malam.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, serta sejumlah tamu undangan.


Dalam sambutannya, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Helaran Pajajaran menjadi tradisi baru Kota Bogor dan direncanakan sebagai agenda tahunan dalam rangka memperkuat identitas budaya masyarakat.


"Hari ini kita akan memulai sebuah tradisi baru Kota Bogor. Setiap tahun, Kota Bogor akan melaksanakan kegiatan yang bernama Helaran Pajajaran," ujar Dedie.


Menurutnya, Helaran Pajajaran menjadi momentum bagi masyarakat untuk memahami kembali sejarah dan jati diri Kota Bogor sebagai bagian dari warisan budaya Sunda.

Baca Juga: Helaran Hari Jadi Bogor ke-543 Tetap Meriah 


"Kenapa Helaran Pajajaran? Karena kita perlu menyadari jati diri kita, dari mana asal-usul kita. Bagaimana Kota Bogor yang hari ini merayakan hari jadinya yang ke-544 terbentuk, serta bagaimana para leluhur telah menyiapkan berbagai kebaikan untuk hari ini dan masa depan," katanya.


Dedie menjelaskan bahwa dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian terdapat filosofi kehidupan masyarakat Sunda yang dikenal dengan konsep Tritangtu.


"Dalam sejarah yang ditulis dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian, filosofi orang Sunda, termasuk masyarakat Bogor, dinamakan Tritangtu. Yang pertama adalah Prabu sebagai simbol hukum negara, yang kedua Rama sebagai penopang adat istiadat dan agama, serta yang ketiga Resi sebagai petunjuk kepada Sang Kuasa," jelasnya.


Ia menilai nilai-nilai Tritangtu menjadi pedoman hidup masyarakat Sunda yang dikenal santun, berbudi pekerti luhur, serta mampu menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.


"Tritangtu menjadi pegangan kita urang Sunda, warga Bogor, yang dikenal bertutur kata halus, berbudi pekerti luhur, dan dalam sejarahnya mampu menjaga Kota Bogor tetap kondusif," ujarnya.


Melalui Helaran Pajajaran, lanjut Dedie, masyarakat diharapkan semakin memahami sejarah dan budayanya sehingga nilai-nilai luhur tersebut tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.


"Untuk itu, kita jaga, kita lestarikan, dan kita pedomani seluruh unsur sejarah yang telah kita miliki. Melalui Helaran Pajajaran yang dimulai tahun ini, insyaallah masyarakat Bogor akan semakin memahami budaya dan sejarahnya," katanya.

Baca Juga: Rela Ngantri, Ratusan Anak Malasari Dapat Sepeda Hadiah dari Bupati Bogor di Tour Malasari Halimun Salak
Di akhir sambutannya, Dedie menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat.


"Pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Kita harus lebih mengedepankan adab dan sikap perilaku. Tidak saling mencerca, tidak saling menghina, melainkan saling mendukung, saling menghormati, dan bersatu demi kemajuan negeri," tutupnya.