Ia menilai nilai-nilai Tritangtu menjadi pedoman hidup masyarakat Sunda yang dikenal santun, berbudi pekerti luhur, serta mampu menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
"Tritangtu menjadi pegangan kita urang Sunda, warga Bogor, yang dikenal bertutur kata halus, berbudi pekerti luhur, dan dalam sejarahnya mampu menjaga Kota Bogor tetap kondusif," ujarnya.
Melalui Helaran Pajajaran, lanjut Dedie, masyarakat diharapkan semakin memahami sejarah dan budayanya sehingga nilai-nilai luhur tersebut tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
"Untuk itu, kita jaga, kita lestarikan, dan kita pedomani seluruh unsur sejarah yang telah kita miliki. Melalui Helaran Pajajaran yang dimulai tahun ini, insyaallah masyarakat Bogor akan semakin memahami budaya dan sejarahnya," katanya.
Baca Juga: Rela Ngantri, Ratusan Anak Malasari Dapat Sepeda Hadiah dari Bupati Bogor di Tour Malasari Halimun Salak
Di akhir sambutannya, Dedie menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat.
"Pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Kita harus lebih mengedepankan adab dan sikap perilaku. Tidak saling mencerca, tidak saling menghina, melainkan saling mendukung, saling menghormati, dan bersatu demi kemajuan negeri," tutupnya.
Comment