BOGOR, CEKLISSATU.COM - Kebahagiaan terpancar dari wajah Siti Fadilah Sanjaya, siswi Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor di kawasan Warung Jambu, setelah akhirnya bisa memegang ijazah SMP yang selama dua tahun tertahan karena tunggakan biaya sekolah.
Siti mengaku, ijazahnya sempat tidak bisa diambil lantaran adanya tunggakan sebesar Rp3,5 juta.
Kondisi itu membuat dirinya harus melanjutkan sekolah tanpa memegang dokumen kelulusan secara langsung.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Dukung Penuh Program Tebus Ijazah dan Beasiswa Mahasiswa
"Awalnya ijazah ditahan karena ada tunggakan. Terus akhirnya ditebus sama bantuan dari Bapak Wali Kota," ujar Siti, Jumat (22/5/2026).
Tak hanya Siti, sang kakak juga mengalami hal serupa.
Keduanya akhirnya mendapatkan bantuan penebusan ijazah melalui program bantuan dari Pemerintah Kota Bogor.
Ibunda Siti, Neneng Nur’aeni mengaku, tak menyangka keluarganya akan mendapat bantuan tersebut.
Menurutnya, awal mula bantuan datang setelah ada informasi dari pihak sekolah terkait survei dari pemerintah daerah.
"Ditawarin sama kakak yang ngajar di sana. Katanya mau ada survei dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk penebusan ijazah," tutur Neneng.
Selama dua tahun, Siti tetap melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama hingga kini duduk di kelas 2 SMA atau Muallimin.
Karena masih berada dalam satu lingkungan sekolah, ia tetap diperbolehkan melanjutkan pendidikan meski ijazah SMP belum berada di tangannya.
Baca Juga: Gebyar PKBM Bogor Timur Jemput Anak Putus Sekolah, Targetkan 544 Warga Kembali Belajar
Kini, setelah ijazah berhasil ditebus, rasa syukur dan haru menyelimuti keluarga tersebut.
“Senang banget, alhamdulillah. Bersyukur banget,” ungkap Siti penuh haru.
Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Bogor yang telah membantu meringankan beban keluarganya.
Baca Juga: Disdik Kota Bogor Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, Mayoritas Terjadi Saat Transisi SMP ke SMA
"Mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota. Jazakumullah khairan katsiran," ucapnya.
Program penebusan ijazah ini menjadi harapan baru bagi sejumlah pelajar dari keluarga kurang mampu agar hak mereka untuk mendapatkan dokumen pendidikan tetap terpenuhi dan masa depan pendidikan mereka tidak terhambat.
Comment