BOGOR, CEKLISSATU — Sebanyak 19 pemuda dari Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melakukan aksi longmarch (jalan kaki) menuju Gedung Sate, Bandung. Aksi mereka sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga yang selama hampir dua dekade menghadapi konflik agraria berkepanjangan. 

Mereka menuturkan bahwa kurang lebih 19 tahun masyarakat Desa Sukamulya berjuang atas hak atas tanah seluas sekitar seribu hektare yang diduga diklaim sepihak oleh TNI. Hingga kini mereka merasa belum mendapatkan penyelesaian yang adil dari pemerintah.

Muhammad Sahri, salah satu peserta longmarch, mengatakan bahwa perjalanan ini dimulai dari Kantor Desa Sukamulya pada Rabu pagi (9/7/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Mereka menargetkan tiba di Bandung dalam lima hingga tujuh hari, tergantung situasi di lapangan.

Baca Juga: Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Tanam Pohon di Kawasan Huntap Cipandawa Sukajaya, Ajak Warga Jaga Alam

“Kami longmarch dari Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor menuju Kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung untuk menyampaikan aspirasi seluruh warga Desa Sukamulya. Selama ini, selama lebih dari 19 tahun atau hampir dua dekade, tanah milik warga seluas seribu hektare diklaim sepihak oleh TNI. Sampai saat ini belum ada penyelesaian dari pemerintah. Tujuan kami ke Gedung Sate adalah ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Bapak Deddy Mulyadi, agar beliau bisa membantu menyelesaikan masalah agraria ini,” jelas Sahri yang ditemui di wilayah Kecamatan Ciawi.