BOGOR, CEKLISSATU– Aksi membakar sampah diduga menjadi penyebab kebakaran lahan rumpun bambu di Perumahan Bojong Depok Baru, GAPERI II RW 13, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (14/7/2026). Beruntung, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke permukiman warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan laporan kebakaran diterima dari petugas keamanan bernama Saperi sekitar pukul 10.50 WIB. Tim Regu 3 Sektor Cibinong langsung diberangkatkan dua menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pada pukul 11.05 WIB.

Dari hasil penelusuran di lokasi, kebakaran diduga berawal dari pembakaran tumpukan sampah di dekat rumpun bambu yang sebagian sudah mengering. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke tumpukan sampah lain di sekitarnya.

"Pelaku sempat ditegur warga ketika api masih kecil. Namun setelah kobaran api membesar, yang bersangkutan melarikan diri dari lokasi," ujar Yudi.

Baca Juga: Masalah Sampah di Jawa Barat Kian Krusial, DPRD Jabar Kebut Penyusunan Raperda Lingkungan Hidup

Petugas segera melakukan lokalisir area dan pemadaman intensif untuk mencegah api meluas ke lahan sekitar. Setelah penanganan selama sekitar satu jam, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 12.05 WIB.

Dalam proses pemadaman, Disdamkarmat Kabupaten Bogor mengerahkan dua unit armada, yakni Merapi 27 dan Merapi 52, serta delapan personel dari Regu 3 Sektor Cibinong.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Area yang terbakar berupa lahan berisi rumpun bambu dan tumpukan sampah.

Yudi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat musim kemarau.


Menurutnya, vegetasi kering sangat mudah terbakar sehingga aktivitas tersebut dapat memicu kebakaran yang membahayakan lingkungan maupun permukiman.

"Jangan membakar sampah di sekitar lahan yang dipenuhi tanaman atau vegetasi kering. Risiko kebakarannya sangat tinggi, apalagi saat cuaca panas dan musim kemarau," tegasnya.