BOGOR, CEKLISSATU - Komunitas Bujangga Manik Kota Bogor gelar Pameran Pakwan Pajajaran Kota Sains kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi secara ilmiah tentang sejarah peninggalan-peninggalan di era Pakwan Pajajaran paling unik dan menarik yaitu tentang pembahasan naskah Bujangga manik yang ada di abad 14.

Ketua Komunitas Bujangga Manik Kota Bogor Raden mochamad machmud Sanjaya atau (kang jey) mengatakan, selain pameran, kegiatan akan dilanjutkan dengan seminar yang dijadwalkan selama 2 hari yaitu pada kamis, (29/5/2025) dan pada kamis (5/6/2025) diruang Sri Baduga dengan menghadirkan narasumber tim ahli cagar budaya khususnya dari Kota Bogor dan tim ahli cagar budaya dari Provinsi. 

"Ini tentang peninggalan-peninggalan di era pakuan Pajajaran dan lebih unik lagi disini juga ada. pembahasan naskah Bujangga Manik  yang ada pada. abad 14  namun keberadaan naskah yang aslinya tidak berada disini tetapi ada di Inggris kalo gak salah cuma ada satu."ungkap Jey.

Baca Juga: Tugu Bertuliskan Tahun 1123 Saka Ditemukan di Kediri, Diduga Peninggalan Era Raja Kertajaya

Terkait keberadaan naskah asli Bujangga Manik  ia memiliki target  bahwa naskah ini dapat kembali menjadi milik Kota Bogor khususnya milik Seluruh masyarakat Indonesia. 

"Naskah yang luar biasa yang paling otentik lengkap dengan segala topografi, demografi itu tercatat di dalam naskah Bujangga Manik itu ada lengkap semua."ucapnya.

Harapan yang menjadikan Jey ingin kembalinya naskah asli Bujangga Manik bukan tanpa alasan diketahui olehnya naskah tersebut merupakan naskah yang menurutnya unik dan lengkap. 

"Naskah itu tentang diary catatan pribadi beliau Pada saat dia masih hidup di abad 14, jadi perjalanan beliau dimulai dari cipakancilan sampai perjalananya diJawa Tengah, Jawa Timur Bali hingga balik lagi ke pakuan." bebernya. 

Baca Juga: Singapura Ledakkan Bom Seberat 100 Kilogram Peninggalan Era Perang Dunia II

Jey menyampaikan bahwa naskah unik itu merupakan catatan perjalanan Bujangga Manik yang mencatat tentang gunung, sungai, untuk itu
menurut Jey naskah yang unik dan lengkap. 

"Keberadaan naskah itu kalau tidak salah di Inggris dan itu yang agak sulit dari sisi diplomasi kalau sama Belanda kan sudah ada perjanjian untuk pengembalian sedangkan untuk naskah Bujangga Manik ini. belum tau  pengembaliannya" Jelasnya. 

Menurut Jey hal itu hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah pusat yang memiliki akses dengan pimpinan negara tersebut. 
 
"Kami berharap generasi milenial sekarang ini dapat lebih memahami sejarah yang ada di kota Bogor." Harapnya. 
 
Ia mengatakan bahwa Kegiatan ini dapat. memberikan edukasi secara ilmiah tentang sejarah bahwa di dalam sejarah ada tekhnologi yang luar biasa sebenarnya yang harus dipelajari karena itu salah satu bentuk kemajuan peradaban masa lampau mungkin bisa menjadi acuan untuk saat ini 

"Ya intinya dengan adanya kegiatan ini semoga pemerintah pusat dapat membantu  dalam hal pengembaliam naskah kuno milik bangsa khususnya naskah Bujangga Manik, itu targetnya."imbuhnya.

Selain itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim  saat akan membuka kegiatan Pameran Pakwan Pajajaran Kota Sains, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa acara tersebut menjadi bagian dalam Hari Jadi  Bogor yang bertepatan pada hari selasa (3/6/2025) mendatang. 

"karena memang kegiatan ini saya fikir penting membangun budaya dan peradaban itu perlu yang namanya Sains, Tekhnologi kemudian juga seni, budaya perangkat sosial dan lain sebagainya."jelasnya.

MenurutnyanTerkait hal itu nanti akan diungkapkan berdasarkan fakta dan sejarah dimana ternyata budaya Sunda itu sudah sedemikian maju, hebat namun tidak banyak yang mengetahui.

Baca Juga: Dua Stasiun Peninggalan Kolonial Belanda Bakal Dipercantik, Menhub: Kedepankan Kenyamanan Pelanggan


 "Nah ini mungkin nanti dari seminar dari diskusi InsyaAllah semua hal yang perlu diketahui itu akan bisa kita manfaatkan sebagai pijakan langkah kita kedepan mengambil sesuatu yang penting buat masa depan anak-anak kita."tutupnya.

Sebagai informasi pada kegiatan itu dihadiri langsung oleh Ketua Panitia Hari Jadi Bogor Ke-543 sekaligus Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Iceu Pujiati serta tamu undangan lainnya.