BOGOR, CEKLISSATU – Kreativitas anak muda kini semakin berkembang di berbagai bidang. Parcel, yang dulunya identik dengan bingkisan untuk hari raya atau tahun baru, kini telah berkembang menjadi usaha yang mengutamakan inovasi dan keunikan. Salah satu contohnya adalah Cannie Gift, yang didirikan oleh Mellyta Niken Pancarani pada tahun 2020 saat masih kuliah. Dengan semangat dan ide kreatifnya, Mellyta berhasil menunjukkan kesuksesannya di dunia gift parcel, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk memulai usaha serupa.
Mellyta memulai usaha Cannie Gift di tengah pandemi COVID-19 yang penuh tantangan.
“Usaha ini berawal dari ide kecil yang didukung keluarga dan teman-teman,” jelas perempuan yang diwawancarai saat acara All The Slay Things pada 14-15 Desember 2024 lalu di Seremoni Cafe.
Produknya meliputi bunga segar, termasuk impor, yang berasal dari petani lokal. Gadis yang sangat menyukai bunga juga berkomitmen mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui produk berkualitas.
Selain menjual produk, Cannie Gift menyediakan workshop dengan harga terjangkau untuk pelajar.
“Kami hanya mematok biaya di bawah Rp100 ribu per sesi,” katanya.
Workshop ini mengajarkan cara membuat bucket bunga yang menarik untuk usaha. Kelas diadakan di Ciapus dengan fasilitas lengkap dan suasana yang nyaman. Promo menarik juga ditawarkan, seperti bundling bucket bunga dengan foto gratis dan cokelat.
Baca Juga : Suguhkan Ragam Aktivitas Kreatif, All The Slay Thing Dibanjiri Pengunjung
“Kami ingin pelanggan mendapat lebih dari sekadar produk, tetapi juga pengalaman,” ujar Miss Flowerpreneur.
Gadis pecinta bunga menambahkan bahwa salah satu tantangannya dalam menjalani usaha adalah manajemen waktu saat harus membagi antara bisnis dan kuliah.
“Manajemen waktu sangat penting, terutama saat pandemi dan sekarang sambil bekerja,” tambahnya.
Cannie Gift kini juga mulai merambah ke pasar digital dengan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pelanggan.
“Kami percaya bahwa kehadiran online sangat penting untuk menjangkau lebih banyak orang dan memperkenalkan produk kami,” ujar Owner Cannie Gift.
Dengan strategi pemasaran digital ini, ia optimis bisnisnya dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan dedikasi tinggi, Miss Flowerpreneur terus mengembangkan Cannie Gift meski banyak tantangan. Ia juga berbagi tips membeli bunga segar agar pelanggan mendapatkan kualitas terbaik.
“Lihat batang bunganya, jika cokelat, itu berarti kurang segar,” jelasnya.
Terakhir, dalam mengakhiri wawancara, Owner Cannie Gift berharap usahanya dapat terus menginspirasi generasi muda dan berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal.
Penulis: Azallea, Dea, Eka, Eneng, Fajar, Hasna
Comment