JAKARTA, CEKLISSATU – Menjelang penyelenggaraan KTT G20 pada 15-16 November 2022 mendatang di Bali, PT Hutama Karya (Persero) mengebut pembangunan runaway bandara Lombok.
Proyek perpanjangan Bandara Internasional Lombok (BIL) merupakan proyek regular atau non-joint operation yang digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) sejak November tahun 2020 dan rampung di Juli 2022 lalu.
“Proyek ini merupakan bagian dari infrastruktur regional pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan menjadi bandara penunjang kegiatan G20 di Bali. Revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas operasional bandara serta kapasitas runway maksimum yang semula untuk pesawat Boeing 737 menjadi pesawat Boeing 777,” jelas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo, seperti dilansir dari Antara, Jumat 4 November 2022.
Baca Juga : 12 Kapal Perang Siap Amankan KTT G20 di Bali
Hutama Karya menggunakan aspal pengikat berkualitas tinggi dengan sistem PG (Performance Grading) yang memiliki spesifikasi pengolahan pada suhu tinggi dan penurunan suhu yang cepat dan bisa langsung difungsikan setelah beberapa jam.
Diharapkan dengan telah selesainya proyek ini, maka dapat menambah kontribusi positif dari Hutama Karya dalam pembangunan infrastruktur konektivitas udara.
Selain itu juga mempermudah mobilitas masyarakat,mengakomodir peningkatan arus barang dan jasa serta mendorong roda perekonomian daerah dan pariwisata khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Comment