JAKARTA, CEKLISSATU – Harga pangan dunia meningkat hingga 14 persen, Menteri BUMN, Erick Tohir mengatakan,  bahwa kenaikan tersebut tertinggi sepanjang sejarah.

Kenaikan harga pangan dunia mendorong kenaikan harga pangan domestik, sehingga harus segera diantisipasi, karena Indonesia masih ketergantungan beberapa komoditas pangan seperti gula, garam daging sapi hingga susu.

"Harga pangan di dunia naik sampai kurang lebih 14%. Ini tertinggi dalam sejarah. Artinya apa? Kita harus antisipasi harga pangan ini, karena kita ada yang impor Gula, garam, daging, nah ini kan kita harus antisipasi," ungkap Erick, di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu 14 January 2023.

Baca Juga : Panitia Pastikan Gelaran CGM Tahun Ini Bakal Meriah

Saat ini, pihaknya telah diminta mempelajari menjadi pemasok bahan pangan (offtaker). Sehingga nantinya akan membeli hasil produksi petani untuk kemudian dijual kembali ke masyarakat dengan strategi pemerataan. Agar tingginya harga pangan tidak berdampak pada kenaikan tingkat inflasi.

Menurut Erick, gejolak harga pangan dunia harus diantisipasi dengan efisiensi operasional dan keuangan oleh BUMN Pangan. Dengan begitu, perseroan bisa melaksanakan intervensi pasar.

Erick memastikan terus mendorong perusahaan pelat merah mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga komoditas tersebut.

Selain itu, Erick telah memerintahkan perusahaan negara untuk melakukan efisiensi biaya operasional. Misalnya Pertamina yang berhasil melakukan efisiensi hingga Rp28,71 triliun di 2021 dan Rp600 triliun tahun 2021.

“Operasi pasar sembako terus kita dorong supaya harga kebutuhan pokok tidak bergejolak naik," tutup Erick.