BOGOR, CEKLISSATU - Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 15 tahun di Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN Syarif Hidayatullah), Dr. dr. Raendi Rayendra rela melepaskan karir ASN-nya dengan tekad ingin menjadi Wali Kota Bogor 2024.
Dalam prosesnya, Dr. Raendi Rayendra per tanggal 1 Mei 2023 sesuai Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Agama Nomor BII/3/2024 menyatakan pemberhentian dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Dr. dr. Raendi Rayendra berdasarkan pemintaan sendiri.
Hal itu dilakukan Dr. Raendi Rayendra untuk memantapkan diri menghadapi kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor pada Pemilu 2024.
Baca Juga : Dukungan Jenal Mutaqin Maju Pilwakot Bogor Mengalir Deras, Giliran Pengurus PAC dan Ranting Deklarasi
Dr. Raendi Rayendra mengatakan bahwa sejak awal dirinya sudah berniat ingin mengikuti kontestasi Pilkada Kota Bogor sehingga secara aturan sebagai ASN harus mengundurkan diri.
"Jadi, ketika awal saya berniat maju sebagai kontestan Bakal Calon Wali Kota Bogor saya sudah mengurus pengunduran diri sebagai ASN. Sekarang saya total bukan sebagai ASN lagi," ucapnya.
Disinggung apakah Dr. Raendi Rayendra akan menggunakan perahu (partai politik) dari partai apa, Dr. Raendi menegaskan bahwa dirinya tertarik pada semua partai.
Selain itu, masih kata Dr. Raendi Rayendra, dirinya juga akan menyambangi setiap partai yang sudah membuka penjaringan bakal calon Wali Kota Bogor.
"Insyaallah abis lebaran saya akan mengunjungi dan silaturahmi dengan partai-partai politik yang sudah membuka pendaftaran," katanya.
Kendati demikian, Dr. Raendi Rayendra membocorkan bahwa partai politik yang diharapkan dapat ia gunakan untuk mengikuti kontestasi Pilkada Kota Bogor yakni dari partai nasionalis dan agama salah satunya sudah melakukan komunikasi intensif dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).