BANDUNG, CEKLISSATU - Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut, penghentian Bambang Tirtoyuliono sebagai Pj Wali Kota Bandung dan digantikan oleh A Koswara, bukan karena minim prestasi.

Bey Machmudin mengatakan, sebagai ASN terjadinya rotasi, mutasi dan promosi merupakan hal biasa, termasuk soal penggantian Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono.

Walaupun diakuinya, sebagai Pj kepala daerah, pemerintah pusat selalu melakukan evaluasi secara berkala yakni tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan dan satu tahun.

Baca Juga : Tok! KPU Kota Bandung Tetapkan Jumlah DPT Pilkada 2024 Sebanyak 1.887.881 Pemilih

Dari evaluasi tersebut, baru akan ditentukan, apakah ASN tersebut kata dia tetap diperpanjang menjadi Pj kepala daerah atau diganti.

"Karena kami ASN, patuh pada aturan bisa dipindahkan kapan saja. Untuk Pak Bambang, saya rasa ini mutasi biasa. Enggak ada (penilaian minor). Saya rasa Kota Bandung satu tahun ini banyak terobosan, inovasi. Terutama hal sampah," kata Bey Machmudin usai pelantikan Pj Wali Kota Bandung A Koswara di Gedung Sate, Jumat 20 November 2024.

Mengenai Koswara sebagai Pj Wali Kota Bandung yang baru, Bey Machmudin mengingatkan agar Kepala Dinas Perhubungan Jabar tersebut tidak membuat kebijakan baru.

Baca Juga : BNPB Berikan Dana Tunggu Hunian Rp500 Ribu Untuk 6 Bulan Bagi Korban Gempa Bumi Bandung

Melainkan cukup menjalankan program yang sudah ada, karena masa kerjanya terbilang singkat, maksimal hingga Februari 2025 mendatang.

Maka dari itu, dia meminta kepada Koswara untuk fokus menyelesaikan dinamika sosial yang dialami masyarakat Kota Bandung, seperti konflik antara ojek pangkalan dan ojek online di Pasir Impun.

Lalu lampu lalu lintas di persimpangan jalan Soekarno Hatta-Kiaracondong, yang disebut Bey Machmudin sebagai lampu merah terlama sedunia, juga masih banyaknya motor masuk ke lajur cepat bypass yang menyebabkan banyak kecelakaan.

Baca Juga : Asmawa Tosepu Diberhentikan dari Jabatan Pj Bupati Bogor, Ini Sosok Penggantinya

"Hal seperti ini harusnya Pak Kadis Perhubungan punya kemampuan mengatasi hal itu," ucapnya.

Tidak hanya itu, Bey Machmudin juga turut mengingatkan untuk memberantas parkir liar dan pungli yang masih terjadi di beberapa kawasan Kota Bandung. 

Dimana terakhir sempat viral adanya oknum juru parkir yang menggetok harga di kawasan Tamansari, ketika pelaksanaan acara wisuda mahasiswa Unisba.