BOGOR, CEKLISSATU – KPU Kota Bogor tengah mempersiapkan sosialisasi pemilihan umum terkait Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024, terutama bagi orang dengan gangguan jwa (ODGJ) di RS Marzoeki Mahdi.
Salah satu fokus utama KPU Kota Bogor adalah memfasilitasi para pasien ODGJ dan karyawan di RS Marzoeki Mahdi untuk tetap bisa mengikuti Pilkada.
Komisioner KPU Kota Bogor Ferry Buchori Muslim menjelaskan, bahwa pihaknya mendapat undangan dari RS Marzoeki Mahdi untuk melakukan sosialisasi terkait Pilkada, khususnya dalam hal daftar pindah pilih.
Baca Juga : Kesiapan Logistik Jelang Pilkada 2024, KPU Kabupaten Bogor Terima 31.632 Bilik Suara
"RS Marzoeki Mahdi menjadi rujukan nasional khususnya untuk pasien ODGJ. Kapasitas pasien ODGJ di sini kurang lebih 300 orang," ujar Ferry.
Mengingat banyaknya pasien dan karyawan yang harus dilayani, KPU Kota Bogor berencana untuk menyediakan TPS keliling.
Hal ini dilakukan karena tidak memungkinkan untuk mendirikan TPS lokasi khusus di rumah sakit tersebut, mengingat masa pengajuan sudah lewat dan syarat lokasi khusus memerlukan daftar nama pasien yang akan mencoblos.
Baca Juga : KPU Kabupaten Bogor Siapkan Strategi Matang untuk Distribusi Logistik Pilkada 2024
"Kami tidak bisa mendirikan TPS lokasi khusus karena syaratnya harus ada nama pasien, sedangkan kita tidak tahu apakah pada hari pemungutan suara nanti mereka masih ada di sana. Oleh karena itu, TPS keliling menjadi solusinya," lanjutnya.
Petugas KPPS, PPS, dan pengawas nantinya akan mendatangi ruang atau kamar pasien setelah pemungutan suara di TPS reguler selesai.
"Kami perkirakan ada sekitar 300 pasien dan 75 karyawan yang piket, namun akan kami verifikasi lagi karena hanya warga Jawa Barat yang bisa menggunakan hak pindah pilih dalam Pilkada ini," tambah Ferry.
Baca Juga : Kampanye Pilkada Masuk Tahap Akhir, Satpol PP Kota Bogor Tertibkan APK di Kawasan SSA
Selain memfasilitasi pasien ODGJ, KPU Kota Bogor juga berencana untuk membantu karyawan RS Marzoeki Mahdi yang sedang bertugas pada hari pemungutan suara.
Jika memungkinkan, mereka akan mencoblos di TPS keliling, tetapi jika tidak, mereka bisa memilih di TPS terdekat dengan rumah sakit.
"Kami akan pastikan seluruh pasien dan karyawan yang memenuhi syarat tetap bisa menyalurkan hak pilihnya pada hari H," pungkas Ferry.
(Febrian Batara Aditya Rahman)