BOGOR, CEKLISSATU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor terus memantapkan persiapan logistik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024. Saat ini, KPU Kabupaten Bogor telah menerima 31.632 bilik suara yang sudah tersimpan di gudang.
Selain itu, kotak suara juga sudah tersedia, dan seluruh logistik akan didistribusikan secara bertahap ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Bogor.
Ketua KPU Kabupaten Bogor, Muhammad Adi Kurnia menyatakan bahwa selain bilik dan kotak suara yang telah diterima, sejumlah logistik lainnya seperti surat suara, tinta, dan alat coblos masih dalam proses pengadaan dan belum sepenuhnya tiba di gudang.
Baca Juga : KPU Kabupaten Bogor Siapkan Strategi Matang untuk Distribusi Logistik Pilkada 2024
"Kami masih menunggu beberapa item penting seperti surat suara dan tinta, yang saat ini masih dalam proses produksi. Pengiriman dijadwalkan tiba beberapa minggu sebelum hari pemungutan suara," jelasnya.
Proses pengadaan logistik ini dilakukan secara bertahap dan mengikuti mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang.
"Pengadaan logistik yang belum ada di gudang, seperti surat suara dan alat coblos, dilakukan melalui proses lelang terbuka dan transparan menggunakan E-Catalog," kata Muhammad Adi Kurnia.
Baca Juga : Bawaslu Kota Bogor Telusuri Pelanggaran Diduga ASN Kemenag Tidak Netral di Pilkada Kota Bogor
Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah terjadinya penyelewengan.
KPU Kabupaten Bogor juga telah menyiapkan strategi distribusi khusus, terutama untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Mengingat tantangan geografis dan potensi hambatan cuaca, KPU menggandeng pihak ketiga yang berpengalaman dalam mendistribusikan logistik di daerah terpencil.
Baca Juga : Kampanye Pilkada Masuk Tahap Akhir, Satpol PP Kota Bogor Tertibkan APK di Kawasan SSA
"Kami pastikan semua logistik tiba tepat waktu, termasuk di wilayah yang memiliki akses sulit," tambahnya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, KPU akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh logistik sebelum didistribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
"Setiap logistik akan diperiksa dengan teliti dan disegel dengan baik sebelum didistribusikan, guna memastikan kondisinya tetap terjaga hingga tiba di TPS," ujar Muhammad Adi Kurnia. (Febrian Batara Aditya Rahman)