JAKARTA, CEKLISSATU -- Dikabarkan bahwa Menteri BUMN, Erikc Thohir mengajukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) ke Baintelkam Polri. Terkait hal tersebut, Karo Penmas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan, permohonan penerbitan SKCK diajukan pada Selasa (17/10/2023).

"Jadi saya tanyakan (Baintelkam), Stafnya yang bersangkutan yang mengajukan SKCK. (Diterbikan) Kemarin," ungkap Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, dikutip ceklissatu.com, pada Rabu (18/10/2023).

Meski begitu, pihaknya belum mengetahui alasan permohonan penerbitan SKCK oleh Erick Thohir. Sedangkan SKCK sudah diambil oleh staf Erick Thohir.

Baca Juga : Dukung Keputusan Ketum, DPC PDIP Kota Bogor Segera Gerakan Tim Pemenangan Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD

"Stafnya yang ambil (SKCK). Cuma kepentingannya apa saya belum tau," terangnya.

Perlu diketahui, Baintelkam Polri telah mengeluarkan 4 SKCK untuk kepentingan pendaftaran Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024.

Keempat SKCK tersebut milik Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Muhaimin Iskandar.

Sementara itu, SKCK untuk Ganjar dan Muhaimin Iskandar sudah lebih dulu terbit, pada Kamis (14/9/2023).

Kemudian Anies Baswedan mendatangi gedung Baintelkam Polri pada Senin (25/9).

Tetapi, Ramamdhan tak menjelaskan lebih rinci soal waktu penerbitan SKCK Prabowo.

"Sampai saat itu Baintelkam Polri sudah menerbitkan empat SKCK bacapres-bacawapres, satu Bapak Ganjar Pranowo, dua Bapak Prabowo, tiga Bapak Muhaimin, empat bapak Anies Baswedan," ucap Ramadhan, beberapa waktu lalu.

Saat ini KPU sedang menyiapkan penerimaan pendaftaran bakal capres-cawapres 19-25 Oktober 2023.

Bakal Paslon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dijadwalkan akan mendaftarkan diri untuk Pilpres 2024 besok (19/10/2023).

Di hari yang sama, pangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD juga disebut akan mendaftarkan diri ke KPU.

"Jadi dengan demikian di 19 Oktober dua gabungan parpol telah memberitahukan rencana pendaftaran bapaslon presiden-wakil presidennya," ungkap Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Holik kepada wartawan, Rabu (18/10/2023).