BOGOR, CEKLISSATU - Founder Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi angkat bicara soal adanya kritikan dari Aktivis Rumah 98 yang menilai atau meragukan hasil survei yang dikeluarkan LS Vinus, kemarin.

Sebelumnya, LS Vinus merilis survei terbaru mengenai elektabilitas Calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Bogor pada Kamis, 12 September 2024 dmyang diumumkan kepada awak media melalui konferensi pers.

Yusfitriadi mengatakan bahwa di era demokrasi dan keterbukaan seperti saat ini dirinya memandang sah-sah saja jika ada pandangan yang berbeda dalam berbagai hal. Terlebih dalam konteks politik terkadang nyaris tipis perbedaan benar atau salah. 

Baca Juga : Aktivis Rumah 98 Ragukan Hasil Survey Pilwalkot Bogor Yang Dikeluarkan LS Vinus, Ini Penjelasannya

"Sehingga saya apresiasi dan sangat menghargai pandangan kelompok manapun dan elemen masyarakat manapun yang meragukan bahkan tidak percaya dengan hasil survei dari lembaga mananpun, termasuk hasil survei LS Vinus yang saya kelola," ucapnya kepada Ceklissatu.com pada Jumat, 13 September 2024.

Bagi Yusfitriadi hal seperti itu biasa-biasa aja, sebab dirinya menyebut bahwa dalam konteks politik hasil survei dari lembaga manapun pasti akan dipandangkan menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lain. 

"Saya berharap juga pihak manapun dan lembaga survei manapun dapat juga mengeluarkan hasil surveinya, supaya ada sond opinion bagi masyarakat, jika memiliki hasil yang berbeda. Saya merasa yakin semua lembaga survei memiliki metodologi dan pendekatan yang berbasis ilmiah," jelasnya.

Tentu saja hasil lembaga survei manapun termasuk hasil survei LS Vinus, sambungnya, masih terlalu dini untuk memberikan kesimpulan kemenangan. Masih ada waktu sekitar dua bulan lagi bagi pasangan calon untuk merebut simpati masyarakat khususnya di Kota Bogor. 

"Seperti yang ditampilkan dari hasil rilis LS Vinus ini, masih 44 persen masyarakat Kota Bogor berpotensi merubah suaranya sampai pada tahapan pungut hitung pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bogor. Direntang waktu itulah, saya berharap ada lembaga-lembaga survei juga yang mengeluarkan datanya ke publik, sehingga bisa menjadi bahan komparasi dan rujukan bagi masyarakat," tegasnya.

Kendati demikian, Yusfitriadi menekankan bahwa pada akhirnya perbedaan hasil lembaga survei, kepercayaan dan ketigakpercayaan serta keraguan terhadap hasil lembaga survei manapun tidak akan pernah selesai, sampai pada pembuktian hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bogor. 

"Baru kita bisa menyaksikan lembaga survei mana yang mendekati keselarasan hasil. Disitulah nasib lembaga survei akan menguatkan kepercayaan, mengurangi kepercayaan bahkan ketidakpercayaan dari publik," katanya.

Adapun metodologi yang dilakukan LS Vinus, masih kata Yusfitriadi, waktu lapang dilakukan pada 4 sampai 8 September 2024 melalui metode cluster random sampling dengan menggunakan teori solving dalam pengambilan samplingnya.

"Untuk margin error itu terdapat 4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, sedangkan samplenya dilakukan pada 800 responden, instrumen tertutup hingga wawancara tatap muka," katanya.