SPPB UI berdiri di atas tiga pilar epistemologis utama yang akan menjadi fondasi seluruh aktivitas akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
 
Pertama, keterkaitan antara ilmu dan aksi. Pengetahuan tidak boleh berhenti pada produksi akademik semata, tetapi harus ditransformasikan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. 

Baca Juga: Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Pengendalian Penduduk Melalui Pendidikan dan Program KB

Kedua, keadilan kognitif dan inklusivitas pengetahuan. Sekolah Pascasarjana harus menghargai berbagai bentuk pengetahuan, baik modern maupun tradisional, ilmiah maupun praktis, dengan memberi ruang pada pengetahuan lokal dan kebijaksanaan komunitas. 

Ketiga, keberlanjutan sebagai etika intelektual. Sekolah ini menjadikan keberlanjutan bukan sekadar tema kajian, melainkan prinsip etik yang mendasari seluruh kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

IMG_20251025_094408.webp
BUKA SPPB: Universitas Indonesia (UI) resmi membuka Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) atau Graduate School of Sustainable Development (GSSD), di Balai Sidang UI, Kota Depok, beberapa waktu lalu.


 
"SPPB diharapkan memperkuat peran UI sebagai universitas riset kelas dunia yang unggul dan impactful, sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan secara Internasional," tuturnya. 

Baca Juga: Disdukcapil Kota Bogor Keluarkan Palu Sakti, Solusi Cepat dan Gratis untuk Warga Urus Dokumen Kependudukan

SPPB-UI menyiapkan diri untuk menjadi think tank nasional dan regional. Melalui riset-riset strategis, sekolah ini akan menghasilkan analisis, rekomendasi kebijakan, serta model pembangunan yang dapat diadopsi oleh pemerintah, lembaga internasional, sektor swasta, serta masyarakat sipil.