Prof. Siti Pupu menegaskan, ruang perjuangan generasi saat ini berada di lingkungan pendidikan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama pesantren hingga ruang diskusi ilmiah. Pendidikan, menurutnya, harus mampu membentuk generasi yang tidak sekadar unggul secara intelektual, tetapi memiliki karakter dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Khusus kepada mahasiswa dan dosen UNIDA, ia mendorong agar sivitas akademika terus memperkuat riset, inovasi teknologi, dan pemikiran kritis. Hal tersebut diperlukan agar perguruan tinggi dapat berkontribusi menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa, seperti pangan, hukum, ekonomi, sosial, dan sains.
*Tauhid sebagai Fondasi Pendidikan*
Dalam amanatnya, Prof. Siti Pupu juga menegaskan pentingnya Pendidikan Islam Berbasis Tauhid sebagai fondasi pendidikan di lingkungan YPSPIAI. Menurutnya, ilmu pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan nilai tauhid agar perkembangan kecerdasan tetap memiliki landasan moral dan orientasi kemaslahatan.
Ia menjelaskan, pendidikan berbasis tauhid diarahkan untuk membentuk integritas moral, karakter unggul dan rendah hati, serta orientasi pengabdian sosial. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum, keteladanan pendidik, dan kultur belajar di seluruh jenjang pendidikan.
Baca Juga: Tingkatkan Pengalaman Belajar Siswa, Mahasiswa KKN FISIP UNIDA Bantu Mengajar di SDN Cukanggaleuh
“Ilmu pengetahuan tanpa fondasi tauhid hanya akan melahirkan kepintaran yang hampa nurani. Sebaliknya, tauhid yang ditanamkan secara kokoh akan melahirkan integritas moral, karakter unggul, serta orientasi pengabdian sosial,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Siti Pupu turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, kepala sekolah, guru, dan tim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Perguruan Amaliyah atas keberhasilannya mencapai bahkan melampaui target penerimaan siswa baru tahun ajaran ini.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan, kedisiplinan, dan pembinaan akhlak di Perguruan Amaliyah. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi amanah yang harus dijaga melalui pelayanan dan keteladanan terbaik.
*Ajak Keluarga Besar YPSPIAI Dukung PMB UNIDA*
Memasuki tahun akademik baru, Prof. Siti Pupu mengajak seluruh keluarga besar YPSPIAI untuk bersama-sama menyukseskan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Djuanda.
Ia menyebut UNIDA sebagai Kampus Bertauhid yang memiliki peran dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Karena itu, seluruh unsur di lingkungan YPSPIAI, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, alumni hingga siswa, diharapkan turut memperkenalkan keunggulan UNIDA kepada masyarakat luas.