BOGOR, CEKLISSATU – Pojok Literasi Bogor yang merupakan komunitas yang fokus pada literasi dan gerakan sosial.

Pojok Literasi Bogor mengajak anak muda untuk kritis terhadap isu pendidikan, salah satunya dengan lokakarya zine, di Jalan Dadali Bogor, Minggu (19/7/2025).

Kegiatan yang dilakukan Pojok Literasi Bogor itu menarik beragam peserta, mulai dari pegiat komunitas hingga para pelajar, menunjukkan betapa pentingnya isu pendidikan bagi berbagai kalangan.

Baca Juga: Pelatihan Konten Kreator Desa, Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Pemberdayaan dan Literasi Digital

Pendidikan zine mengacu pada penggunaan zine (buku kecil, mandiri) sebagai media untuk pendidikan, baik formal maupun informal.

Zine dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi, berbagi pengetahuan, dan mempromosikan pembelajaran di berbagai tingkatan, termasuk di luar lingkungan akademis.

Zine, singkatan dari fanzine, adalah publikasi mandiri yang biasanya dicetak dalam format kecil dan diperbanyak dengan mesin fotokopi atau printer.

Baca Juga: LSPR Edukasi Warga Tingkatkan Potensi Wisata Edukatif Melalui Ngariung di Sukajadi 

Zine seringkali menjadi wadah bagi individu atau kelompok untuk berbagi ide, cerita, dan informasi tentang berbagai topik, termasuk pendidikan.

Koordinator acara, Raka menjelaskan, bahwa lokakarya Zine dirancang khusus untuk memberi ruang bagi semua elemen masyarakat, terutama pemuda dan pelajar, agar bisa menyuarakan kritik dan gagasan mereka melalui karya.

"Kami sengaja memilih zine. Saya rasa zine itu menarik karena tidak terikat aturan tertentu, tapi esensinya tidak hilang," ujar Raka, menyoroti fleksibilitas dan kekuatan medium zine sebagai sarana ekspresi.

Baca Juga: Pemuda Jasinga Apresiasi Bupati Bogor, Pendopo Eks Kewedanaan Disulap Jadi Ruang Literasi dan Budaya

Tahun ini, Pojok Literasi Bogor punya visi besar, yaitu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif, khususnya di bidang literasi.

“Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi, setiap orang bisa berkontribusi dalam membangun kesadaran dan perubahan,” tutup Raka.

(Angga)