“Ilmu pengetahuan dan keterampilan hanya bisa ditransfer jika ada kecocokan frekuensi antara instruktur dan peserta. Kemampuan mengoperasikan drone bukan hanya bermanfaat untuk dokumentasi kegiatan dan publikasi saja; tetapi juga memiliki relevansi strategis dalam mendukung tugas-tugas TNI di lapangan," terangnya. 

"Seperti pemantauan wilayah, pengumpulan data visual, serta komunikasi publik yang cepat dan akurat. Melalui pemahaman ini, para peserta diharapkan dapat mengoptimalkan teknologi drone sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kehumasan dan kesiapan operasional TNI AD,” jelas Nur Rohman Zein.

Baca Juga: IPB Gandeng Pakar Gelar FGD Bahas Tata Kelola Kawasan Puncak, Dorong Sinergi Ekologi dan Ekonomi
 
Pada hari pertama pelatihan, Rabu (5/11), para peserta mendapat materi komunikasi dari Mayjen TNI (Purn.) Dr. Agung Risdhianto serta praktisi dan dosen Vokasi UI di bidang kehumasan.
 
Selain teori, para peserta juga mengikuti pelatihan praktis yang melibatkan praktisi komunikasi dan profesional di bidang fotografi, jurnalistik, videografi digital, termasuk penggunaan drone dan penyuntingan video. 

IMG_20251108_101657.webp
PELATIHAN: Universitas Indonesia (UI) memberi pelatihan terkait kehumasan, terutama soal pengembangan konten strategis, bagi sejumlah unsur pelaksana TNI Angkatan Darat di 38 provinsi pada 5-16 November di Balai Sidang UI, Kota Depok.

Pelatihan itu memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari, sekaligus memperkuat citra positif TNI AD di dunia digital.

Baca Juga: Wujudkan Kota Bebas Asap Rokok, Dinkes Kota Depok Dorong Partisipasi Warga Lewat KTR Award 2025
 
Melalui pelatihan tersebut, Lembaga Vokasi UI dan TNI AD berharap dapat mencetak lebih banyak personel TNI yang terampil dalam menghasilkan konten visual yang berkualitas serta mengembangkan kemampuan komunikasi publik yang lebih modern dan efektif.