“Salah satu program yang dielaborasi oleh narasumber adalah Buruan Sae, yaitu program pertanian perkotaan yang dikembangkan di Kota Bandung. Program ini dirancang dengan pendekatan urban farming yang memanfaatkan ruang-ruang terbatas di wilayah perkotaan, sehingga berbeda dari praktik pertanian konvensional,” tuturnya.
Turut hadir memberikan sambutan, Dekan FISIP UNIDA, Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan Praktisi Mengajar memiliki makna strategis bagi mahasiswa maupun program studi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, perkembangan keilmuan perlu didukung oleh pemahaman praktik yang diperoleh langsung dari para pelaku kebijakan.
Baca Juga: Mahasiswa FISIP Unida Edukasi Warga Laladon untuk Cegah Stunting
“Terkait tema yang membahas Program Buruan Sae, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep program, tujuan, serta perannya dalam mewujudkan resiliensi pangan perkotaan. Pemahaman ini penting untuk melihat keterkaitan isu pangan dalam konteks kebijakan publik serta memberikan wawasan aplikatif berbasis pengalaman lapangan,” ujarnya.
Sementara itu dalam sesi pemaparannya, Priyanka Puteri Ariffia, S.T., M.Si menjelaskan bahwa kebijakan pangan perkotaan perlu dipahami melalui pendekatan sistem pangan terpadu yang mencakup seluruh rantai pangan, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah dan sisa makanan.