BOGOR, CEKLISSATU— Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor memperkuat kolaborasi dengan Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA), Senin (27/7/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cigombong sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa FISIP UNIDA.
Penandatanganan MoA dilakukan antara FISIP UNIDA dan Camat Kecamatan Cigombong, R.E. Irwan Somantri, S.STP., M.M. Sementara itu, IA ditandatangani bersama sembilan kepala desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN mahasiswa FISIP UNIDA, yakni Desa Tugujaya, Cigombong, Watesjaya, Srogol, Ciburuy, Cisalada, Pasirjaya, Ciburayut, dan Ciadeg.
Dekan FISIP UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Rita Rahmawati, Dra., M.Si., menilai kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Menurutnya, KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung.
“Ketika Anda datang ke desa, Anda sedang melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ilmu-ilmu dan teori-teori yang didapat di perkuliahan bisa diimplementasikan langsung di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan sikap guyub, baik antarmahasiswa maupun dengan masyarakat di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Camat Kecamatan Cigombong, R.E. Irwan Somantri, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa perkembangan desa saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Desa memiliki kewenangan sebagai daerah otonom dengan sistem perencanaan dan penganggaran yang berjalan secara terstruktur.
“Desa sekarang sudah berbeda dengan dulu. Desa merupakan daerah otonom dan menjadi miniatur pemerintah daerah. Semuanya sudah berjalan by system, mulai dari perencanaan hingga penganggaran. Karena itu, pembangunan desa sudah disusun berdasarkan perencanaan yang ada,” ujar Irwan.
Ia juga menyampaikan sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang menjadi perhatian dalam pembangunan desa, di antaranya digitalisasi desa, kebersihan lingkungan dan kelompok ramah lingkungan, serta program satu desa satu sarjana. Menurutnya, perkembangan tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk beradaptasi sekaligus memberikan kontribusi selama menjalankan KKN.
Penandatanganan MoA dan IA diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara FISIP UNIDA, Kecamatan Cigombong, dan pemerintah desa. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami dan terlibat langsung dalam pembangunan di tingkat desa.