“Kalau tenggatnya Jumat, saya usahakan selesai Kamis. Jadi masih ada waktu kalau tiba-tiba ada kendala,” terangnya.
Baca Juga: Ajang Kreatif Global MAD Stars Korea Selatan, Mahasiswa UI Raih Silver Award Pertama untuk Indonesia
Tak hanya fokus pada akademik, Mauda juga aktif berorganisasi. Ia dipercaya menjadi Ketua Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam (FPPI) FIK UI.
Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen waktu—hal-hal yang tak kalah penting dari nilai di atas kertas.
Di akhir perbincangan, Mauda berbagi pesan untuk generasi muda yang sedang berjuang mengejar pendidikan tinggi.
Baca Juga: Mahasiswa Esa Unggul Pamerkan Kreativitas dan Inovasi dalam Festival Project Mata Kuliah Universitas
“Jangan merasa kecil karena keadaan. Percayalah pada Tuhan dan pada setiap usaha yang kalian lakukan. Mimpi itu penting, tapi harus dibarengi ikhtiar dan kesungguhan. Kenali potensi diri, maksimalkan kesempatan yang ada, dan hadapi tantangan dengan berani," jelasnya.
Perjalanan Maudatinur menjadi pengingat bahwa jarak geografis dan keterbatasan fasilitas bukanlah penentu masa depan. Dengan tekad, disiplin, dan keyakinan, ia melangkah dari Aceh Singkil menuju UI—dan bersiap kembali pulang untuk mengabdi, membawa ilmu bagi tanah kelahirannya.