Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat tidak terkejut dengan kehadiran para mahasiswi selama kegiatan berlangsung. Pengurus kelurahan, RW, dan RT diundang untuk mendapatkan informasi langsung terkait pelaksanaan program.
“Kami ingin masyarakat mengetahui sejak awal agar tidak kaget. Sosialisasi ini supaya RW dan RT bisa menyampaikan kepada warganya bahwa mulai 5 sampai 16 Januari akan ada mahasiswi kebidanan yang melakukan kegiatan PKMD,” ujar Santi.
Selain menerapkan ilmu yang telah dipelajari, para mahasiswi juga akan membawa pesan khusus dari Puskesmas dan Kecamatan.
Materi edukasi yang menjadi fokus meliputi penurunan stunting, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta pencegahan pernikahan dini.
Mereka juga diminta membuat video edukasi sebagai bentuk pendekatan visual kepada masyarakat perkotaan.
“Kami juga diminta membuat video edukasi karena masyarakat di wilayah kota lebih menyukai edukasi visual,” kata Santi.