“Tahun lalu program ini sudah ada hanya saja kuotanya sedikit hanya 600 penerima. Alhamdulillah tahun ini makin banyak lagi yang menerima,” ujar Heri.
Untuk tahap selanjutnya, lanjut Heri, di Oktober tim nya akan kembali mengumpulkan data penerima PIP. Kemungkinan untuk aktivasinya baru bisa dilakukan Februari tahun depan.
“Datanya dikumpulkan bulan Oktober baru aktivasinya di Februari 2026,” jelasnya.
Baca Juga: Sufmi Dasco Ahmad : DPR RI dan DPRD Itu Berbeda Kewenangan yang Diatur dalam UU MD3
Untuk bimtek sendiri, kata Heri, sesuai dengan program dari pemerintah Kementerian Pendidikan dalam hal ini Dinas Pendidikan. Dimana peserta diberikan sosialisasi bagaimana cara pengambilan PIP. Dari mulai meminta surat keterangan dari sekolah lalu ke bank yang kita tuju.
“Untuk SD dan SMP pencairannya di BRI sedangkan SMA di BNI,” imbuhnya.
Besarannya sendiri sesuai dengan tingkatan penerima. Untuk SD Rp450.000, SMP Rp750.000 sedangkan SMA mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp1,8 juta.
“Kuota terbesar penerima dari tingkat SD sedangkan sisanya SMP dan SMA,” kata Heri.
Heri pun menekankan, bahwa jumlah yang diterima penerima PIP sesuai dengan pemerintah dan tidak boleh ada pungli.